IHSG Melesat 1,62%, OJK Anggap Sinyal Kembalinya Kepercayaan Investor

- Selasa, 03 Februari 2026 | 13:36 WIB
IHSG Melesat 1,62%, OJK Anggap Sinyal Kembalinya Kepercayaan Investor

Data perdagangan dari RTI seolah mendukung optimisme itu. Volume transaksi tercatat lumayan tinggi, mencapai 35,93 miliar saham dengan nilai Rp 16,63 triliun. Frekuensinya pun aktif, 1,85 juta kali transaksi. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, 584 di antaranya menguat, sementara yang melemah hanya 160 saham. Sisanya, 72 saham, stagnan.

Lonjakan ini tentu disambut lega. Sebelumnya, OJK memang sedang getol menyiapkan respons setelah IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI pekan lalu. Mereka merancang delapan rencana aksi reformasi untuk menenangkan pasar.

Rencananya cukup komprehensif. OJK akan mendongkrak likuiditas dengan menaikkan batas minimum kepemilikan publik atau free float menjadi 15 persen, tentu dengan masa transisi bagi emiten yang sudah listing. Mereka juga bakal memperketat transparansi, salah satunya lewat kewajiban mengungkap Ultimate Beneficial Ownership (UBO) agar siapa pemilik sebenarnya sebuah saham jadi lebih jelas.

Tak cuma itu, kualitas data kepemilikan saham akan ditingkatkan agar lebih rinci dan bisa diandalkan. Dari sisi tata kelola, wacana demutualisasi BEI digulirkan untuk meminimalkan konflik kepentingan. Penegakan aturan juga akan lebih keras, terutama untuk praktik manipulasi dan penyebaran informasi menyesatkan.

Soal tata kelola emiten, OJK akan mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi para direksi dan komisaris. Laporan keuangan juga harus dikerjakan oleh akuntan publik bersertifikasi. Mereka pun berencana mendalami pasar secara terintegrasi, dari hulu ke hilir, untuk meningkatkan efisiensi.

Yang terakhir, dan mungkin paling krusial, adalah soal kolaborasi. OJK bertekad memperkuat sinergi antar semua pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pemerintah, hingga pelaku industri langsung. Tujuannya satu: memastikan reformasi ini benar-benar jalan, bukan sekadar wacana di atas kertas.


Halaman:

Komentar