Di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat Lampung, sebuah bibit siklon tropis dengan kode 91S sedang dipantau ketat. Menurut analisis BMKG, meski berada di laut lepas, sistem tekanan rendah ini berpeluang memberikan dampak tidak langsung. Salah satunya adalah memengaruhi intensitas hujan di sejumlah daerah di Sumatera.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, lewat keterangan resminya mengajak masyarakat untuk bersikap tenang namun tetap siaga. Situasinya memang sedang aktif.
"Dinamika atmosfer aktif saat ini mempengaruhi intensitas hujan di wilayah Sumatra, dan Bibit Siklon 91S berpotensi memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung," jelas Faisal.
Dia juga menambahkan peringatan soal gelombang laut.
"Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian selatan," kata Faisal saat berada di Sibolga, Sumatra Utara, Rabu (10/12).
Sebenarnya, bibit siklon ini sudah dilacak sejak beberapa hari lalu. TCWC Jakarta pertama kali mendeteksinya pada 7 Desember lalu, pukul tujuh pagi. Sejak saat itu, pemantauan dilakukan tanpa henti selama 24 jam untuk mengawasi setiap perubahan arah dan kekuatannya.
Artikel Terkait
Polres Metro Depok Amankan 13 Pelaku dan Sita 4.066 Butir Tramadol
Menteri Apresiasi Kelancaran Mudik dan Program Gratis Polri Jelang Lebaran
Pertamina Siapkan 167 Bus untuk Fasilitasi Mudik Gratis 2026
Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaraan Mudik Keluar Jakarta, Sistem Satu Arah Diterapkan