Di sisi lain, Nasdaq dan Dow Jones juga ikut merangkak naik. Nasdaq naik 0,56 persen, sementara Dow Jones lebih perkasa dengan kenaikan 1,05 persen.
Tentu, tidak semua cerah. Saham Walt Disney anjlok 7,4 persen meski laba kuartalannya lebih baik dari perkiraan. Rupanya, pasar khawatir dengan peringatan perusahaan soal penurunan pengunjung taman hiburan dan laba divisi TV-film mereka. Jadi, laporan bagus pun kadang tak cukup jika pandangan ke depannya suram.
Ada juga angin segar dari data ekonomi. Aktivitas manufaktur AS dilaporkan tumbuh untuk pertama kalinya dalam setahun pada Januari. Kabar ini makin memperkuat sentimen. Indeks ketakutan Wall Street, VIX, pun turun 1 poin ke level 16.5, mencerminkan ketegangan yang mereda.
Tapi, ada sektor yang tertekan: energi. Indeks sektor energi S&P 500 jatuh 2 persen, terdorong turunnya harga minyak. Penurunan ini berhubungan dengan komentar Presiden Donald Trump yang menyebut Iran sedang 'berunding serius' dengan Washington. Isyarat de-eskalasi ini langsung meredam kekhawatiran soal pasokan.
Namun begitu, ada yang diuntungkan dari turunnya harga energi. Saham-saham maskapai penerbangan seperti United, JetBlue, Delta, dan Southwest meroket antara 4 hingga 8 persen. Biaya bahan bakar yang lebih murah jelas angin baik bagi bisnis mereka.
Perdagangan hari itu juga cukup ramai, dengan volume mencapai 20.1 miliar saham. Sementara di Washington, DPR AS masih sibuk membahas RUU untuk mengakhiri kebuntuan anggaran yang memicu penutupan sebagian pemerintah sejak Sabtu. Pemungutan suara akhirnya diharapkan terjadi Selasa.
Jadi, Senin itu Wall Street seperti menarik napas lega. Setelah dihantui kekhawatiran valuasi tinggi, pasar menemukan momentum baru dari kinerja perusahaan kecil dan data yang memberi harapan. Tapi, seperti biasa, semua mata sekarang tertuju ke Capitol Hill menunggu keputusan yang bisa mengubah suasana lagi.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Drastis, Sentuh Rp 2,8 Juta per Gram
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan Gedung Putih dan Rockefeller
OJK dan BEI Ajukan Solusi Transparansi untuk Jawab Kekhawatiran MSCI