Wall Street kembali menunjukkan taringnya di awal pekan ini. Setelah dua hari lesu, pasar saham AS ditutup menguat pada Senin (2/2/2026). Yang menarik, kenaikan ini tak cuma digerakkan raksasa teknologi biasa. Sentimen positif justru banyak datang dari produsen chip dan ini yang bikin banyak analis senyum saham-saham berkapitalisasi kecil.
Indeks S&P 500 naik 0,54 persen, berhenti di angka 6.976,44 poin. Posisinya cuma selisih tipis dari rekor tertinggi penutupan yang dicetak Selasa lalu. Jadi, bisa dibilang indeks ini lagi bernafas di puncak.
Lalu, apa pendorongnya? Menurut sejumlah laporan, gairah investasi di seputar kecerdasan buatan masih jadi mesin utama. Saham-saham perusahaan pembuat chip dan yang terkait erat dengan AI masih jadi primadona. Tapi jangan salah, perusahaan-perusahaan kecil juga ikut meroket, dan ini yang bikin suasana berbeda dari kenaikan-kenaikan sebelumnya yang cenderung sempit.
Indeks Russell 2000, barometer saham kecil, melonjak sekitar 1 persen. Bahkan, sepanjang 2026 ini, kinerjanya jauh lebih garang dibanding S&P 500. Russell sudah naik lebih dari 6 persen, sementara S&P 'hanya' sekitar 2 persen. Bagi banyak pengamat, larinya saham kecil ini sinyal penting. Mereka sering dilihat sebagai cermin kepercayaan investor terhadap kesehatan ekonomi yang lebih luas, bukan cuma segelintir perusahaan mega.
“Fundamentalnya baik dan laba kuat,” kata Tim Ghriskey, seorang strategis portofolio senior di Ingalls & Snyder, New York.
“Kami mendapatkan kejutan positif baik untuk pendapatan maupun laba, hampir di semua sektor,” tambahnya.
Optimisme Ghriskey kayaknya punya dasar. Analis memproyeksikan laba perusahaan-perusahaan di S&P 500 bakal tumbuh hampir 11 persen untuk kuartal Desember. Angka itu naik dari perkiraan awal Januari yang sekitar 9 persen.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Drastis, Sentuh Rp 2,8 Juta per Gram
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan Gedung Putih dan Rockefeller
OJK dan BEI Ajukan Solusi Transparansi untuk Jawab Kekhawatiran MSCI