“Paradise Indonesia terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70 persen, seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten.”
Lalu, bagaimana prospek tahun ini? Paradise Indonesia memasang target pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5 sampai 10 persen di 2026. Target ini bukan tanpa dasar. Lihat saja kinerja mereka hingga kuartal ketiga 2025: pendapatan melonjak 49,8 persen year-on-year menjadi Rp1,31 triliun. Laba bersihnya juga ikut naik, mencapai Rp493,9 miliar.
Pencapaian itu, menurut laporan keuangan perusahaan, tak lepas dari keuntungan investasi dan pertumbuhan yang cukup signifikan di segmen penjualan properti. Di sisi lain, kontribusi positif dari lini bisnis lainnya juga turut mendorong angka-angka tadi. Semua ini, pada intinya, mencerminkan fundamental bisnis mereka yang memang solid.
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
Pandu Sjahrir Soroti Transisi Pasar Modal Usai Diskusi dengan MSCI
DGWG Cetak Rekor Penjualan, Pupuk dan Pestisida Melonjak di Akhir 2025
Prabowo Gagas Gentengisasi Nasional, Ganti Atap Seng dengan Tanah Liat
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah