Memang, perjalanan Bitcoin belakangan ini seperti rollercoaster. Sempat melambung tinggi di atas USD 126.000 tahun lalu, didorong oleh kebijakan Gedung Putih yang ramah kripto. Tapi euforia itu tak bertahan lama. Aksi jual besar-besaran kemudian menghantam, mencukur hampir 40% dari nilai puncaknya. Cukup dramatis.
Gelombang jual ini masih terasa panas. Menurut pantauan Coinglass, dalam sehari saja tercatat arus keluar atau "outflow" mencapai USD 590 juta dari pasar kripto. Angka yang tidak kecil.
Lalu, apa pemicu semua ini? Banyak yang menunjuk pada perubahan di pucuk pimpinan Federal Reserve. Trump baru saja menunjuk Kevin Warsh, mantan Ketua Fed, untuk menggantikan Jerome Powell. Keputusan ini langsung disambut dengan kecemasan pasar.
Kekhawatiran utamanya terletak pada kebijakan likuiditas yang mungkin akan dibawa Warsh. Di sisi lain, ada juga analis yang berpendapat langkah-langkahnya justru bisa menguatkan posisi dolar AS. Namun untuk saat ini, pasar kripto tampaknya lebih memilih untuk bersikap waspada dan menarik dulu dananya.
Artikel Terkait
OJK Siap Buka Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen Usai Pertemuan dengan MSCI
Paradise Indonesia Pacu Pendapatan Berulang, Bidik 75% dari Total Pemasukan pada 2026
APBN Siap Danai Gerakan Gentengisasi Prabowo untuk Perbaiki Pemandangan Indonesia
Hauling Road RMKE Pacu Kinerja, Target Angkut 2026 Naik 50%