Memang, perjalanan Bitcoin belakangan ini seperti rollercoaster. Sempat melambung tinggi di atas USD 126.000 tahun lalu, didorong oleh kebijakan Gedung Putih yang ramah kripto. Tapi euforia itu tak bertahan lama. Aksi jual besar-besaran kemudian menghantam, mencukur hampir 40% dari nilai puncaknya. Cukup dramatis.
Gelombang jual ini masih terasa panas. Menurut pantauan Coinglass, dalam sehari saja tercatat arus keluar atau "outflow" mencapai USD 590 juta dari pasar kripto. Angka yang tidak kecil.
Lalu, apa pemicu semua ini? Banyak yang menunjuk pada perubahan di pucuk pimpinan Federal Reserve. Trump baru saja menunjuk Kevin Warsh, mantan Ketua Fed, untuk menggantikan Jerome Powell. Keputusan ini langsung disambut dengan kecemasan pasar.
Kekhawatiran utamanya terletak pada kebijakan likuiditas yang mungkin akan dibawa Warsh. Di sisi lain, ada juga analis yang berpendapat langkah-langkahnya justru bisa menguatkan posisi dolar AS. Namun untuk saat ini, pasar kripto tampaknya lebih memilih untuk bersikap waspada dan menarik dulu dananya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak