Pemerintah Buka Keran Dana Pensiun dan Asuransi untuk Dongkrak Bursa

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:35 WIB
Pemerintah Buka Keran Dana Pensiun dan Asuransi untuk Dongkrak Bursa

Respons dari pelaku industri pun terbilang hangat. Edwin Ridwan, Direktur BPJS Ketenagakerjaan, mengungkapkan rencana mereka untuk menaikkan alokasi investasi saham secara bertahap. Targetnya bisa mencapai 20-25 persen dari total dana kelolaan.

"Saat ini porsi kami ada di kisaran 12-13 persen dari total dana kelolaan sekitar Rp900 triliun," ujar Edwin.

Angka itu sudah naik signifikan dibanding Maret 2025 yang masih 6,8 persen. Ia juga menyebut, pihaknya sedang membahas kemungkinan menerapkan mekanisme cut-loss dengan syarat tertentu, sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko.

Langkah pemerintah ini sejalan dengan upaya OJK dan BEI yang sebelumnya sudah mengumumkan sejumlah kebijakan. Misalnya, penyediaan data kepemilikan saham yang lebih rinci sesuai standar MSCI, dan rencana menaikkan ketentuan minimum free float saham menjadi 15 persen.

Dampaknya ke pasar? Cukup positif. Pada perdagangan Jumat itu, IHSG berhasil menguat 1,18 persen, melanjutkan pemulihan setelah koreksi berat. Tapi menurut analis Stockbit, optimisme itu masih terpusat di saham-saham besar. Ini terlihat dari kinerja IDX30 dan LQ45 yang melonjak lebih tinggi, masing-masing 1,96 persen dan 2,52 persen, mengalahkan kenaikan indeks secara keseluruhan.

Jadi, langkahnya sudah diambil. Sekarang, tinggal menunggu eksekusi dan dampak jangka panjangnya bagi pasar modal Indonesia.


Halaman:

Komentar