Negeri kita rawan bencana. Itu fakta yang tak bisa dipungkiri. Makanya, setiap anggota keluarga wajib punya tas siaga bencana. Tas ini bukan untuk gaya-gayaan, lho. Ini adalah bekal untuk bertahan hidup setidaknya tiga hari, menunggu bantuan datang saat keadaan darurat menerpa.
Lalu, apa saja sih yang harus kita masukkan ke dalam tas penyelamat itu? Menurut akun Instagram BPBD DKI Jakarta, @bpbddkijakarta, ada beberapa barang penting yang nggak boleh ketinggalan.
Pertama, soal pakaian dan handuk. Jangan lupa bawa dokumen penting seperti akta kelahiran atau sertifikat rumah, disimpan dalam plastik kedap air. Untuk urusan perut, siapkan tumbler atau botol air minum, plus makanan siap saji yang praktis.
Nah, perlengkapan mandi juga perlu, meski sederhana. Jangan lupa jas hujan buat jaga-jaga kalau hujan datang. Yang tak kalah vital adalah pluit dan senter – dua benda kecil yang bisa menyelamatkan nyawa. Terakhir, jangan sampai lupa P3K dan obat-obatan pribadi untuk kondisi darurat.
Nomor-Nomor Darurat yang Harus Ada di Ponsel
Di sisi lain, punya tas siaga saja belum cukup. Kita juga harus hafal nomor telepon darurat. Berikut ini daftarnya, dikutip dari laman Indonesiabaik, yang bisa dihubungi sesuai kebutuhan.
Untuk panggilan darurat umum, hubungi 112. Kalau ada masalah kriminal, 110 adalah nomor Kepolisian RI. Hadapi kebakaran? Telepon 113. Basarnas untuk pertolongan ada di 115, sementara BNPB di 117. Posko Bencana Alam bisa dihubungi di 129.
Gangguan listrik? Hubungi PLN di 123. Butuh ambulans? 118 atau 119. Untuk pertolongan di jalan tol, Jasa Marga siap di 14080. Ada juga nomor khusus seperti Palang Merah Indonesia (021-7992325), Komnas HAM (021-3925230), dan KPAI (021-31901556).
Yang juga penting, Sentra Informasi Keracunan BPOM di 1500-533. Dan yang sering terlupa, layanan konseling SEJIWA untuk pencegahan bunuh diri di 119-8. Simpan baik-baik nomor-nomor ini.
Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem
Cuaca akhir-akhir ini memang sulit ditebak. BPBD DKI Jakarta mengajak kita semua untuk waspada dan siap siaga. Lalu, apa yang bisa dilakukan?
Pertama, pahami sistem peringatan dini. Kenali informasi cuaca dan debit air terbaru sebagai langkah antisipasi. Pantau terus media sosial BPBD Jakarta di @bpbddkijakarta untuk update informasi.
Kedua, simpan semua nomor darurat yang tadi sudah disebutkan. Contohnya call center Jakarta Siaga di 112.
Ketiga, siapkan tas siaga bencana seperti yang sudah dijelaskan. Isinya bisa disesuaikan, tapi pastikan ada dokumen penting, makanan-minuman, obat-obatan, pakaian ganti, alat komunikasi, dan penerangan.
Terakhir, dan ini penting, ketahui jalur evakuasi. Caranya dengan berkoordinasi dengan warga sekitar. Jangan sampai saat panik, kita justru bingung harus lari ke mana. Bersiap itu bukan berarti hidup dalam ketakutan, tapi lebih pada bersikap bijak.
Artikel Terkait
Kajari Medan Bantah Tuduhan Pemerasan Kontraktor di Kupang: Itu Fitnah
Tiga Girl Group HYBE — LE SSERAFIM, ILLIT, dan KATSEYE — Rilis Single Kolaborasi “ICONIC BY MISTAKE” Pekan Ini
SBY Sebut Penguatan Rupiah dan IHSG sebagai Kabar Baik, Dorong Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Vonis Ringan Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Dinilai Tak Berkeadilan