Insanul Fahmi Ajak Mawa dan Inara untuk Pertemuan Bertiga Bahas Masa Depan

- Selasa, 24 Februari 2026 | 15:00 WIB
Insanul Fahmi Ajak Mawa dan Inara untuk Pertemuan Bertiga Bahas Masa Depan
Insanul Fahmi Usul Pertemuan Bertiga

Insanul Fahmi kembali mengambil langkah. Kali ini, dalam upayanya merajut kembali hubungan dengan Mawa, ia mengaku sudah mengajukan rencana pertemuan. Tujuannya? Untuk membicarakan masa depan secara terbuka, berharap semua bisa dibahas dengan kepala dingin.

Yang menarik, pertemuan ini tak cuma untuk mereka berdua. Insan membuka kemungkinan untuk melibatkan Inara juga. Ia merasa, dengan duduk bersama bertiga, solusi terbaik mungkin bisa ditemukan.

"Harapannya sih bisa ngobrol lah berdua (Inara dan Mawa)," ujar Insanul Fahmi dalam tayangan Youtube Reyben Entertainment, Selasa lalu.

Menurutnya, komunikasi langsung jauh lebih joss ketimbang lewat perantara. Ia pengin semua bisa menyampaikan isi hati tanpa ada yang ditutup-tutupi. "Sudah ada, tinggal nunggu waktu," katanya penuh keyakinan.

Tapi ya, meski keinginannya sudah disampaikan, jadwal pasti masih mengambang. Insan mengaku masih menunggu respons dari Mawa. Situasi ini tentu bikin publik penasaran. Apalagi, sebelumnya pria ini juga sempat bilang siap menurunkan ego demi sang anak.

Di sisi lain, Insan menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan untuk memanas-manasi keadaan. Justru sebaliknya. Ia ingin mencari jalan tengah yang bisa diterima semua pihak. "Yang penting kita tabayyun dan diskusi," harapnya.

Ia juga berharap pertemuan ini bisa berjalan tanpa terlalu banyak campur tangan keluarga. Baginya, keputusan terbaik harus datang dari mereka yang benar-benar menjalani hubungan ini. Keterlibatan banyak orang seringkali malah bikin persoalan makin ruwet dan subjektif.

"Kalau bisa keluarga nggak usah ikut-ikut dulu," tegas Insan.

Namun begitu, ia tak menampik bahwa dinamika komunikasi mereka belum sepenuhnya cair. Rasa kecewa yang belum tuntas, itu yang ia pahami. Makanya, Insan tak mau memaksakan pertemuan agar cepat terjadi. Proses yang alami, menurutnya, jauh lebih baik daripada keputusan yang dipaksakan dan terburu-buru.

Ia menilai, diskusi bertiga ini bisa jadi momen penting untuk klarifikasi. Banyak kesalahpahaman yang mungkin bisa diluruskan saat masing-masing pihak bisa menyampaikan sudut pandangnya sendiri. Lebih dari itu, pertemuan ini diharapkan bisa memberi kepastian soal masa depan anak mereka. Insan tak mau konflik yang berlarut-larut akhirnya berdampak pada kondisi psikologis buah hatinya.

Untuk sekarang, bola sepenuhnya ada di tangan Mawa. Publik hanya bisa menunggu, apakah ajakan untuk duduk satu meja ini bakal diterima atau tidak.

Di tengah segala spekulasi yang beredar, Insan memilih untuk tetap tenang. Ia cuma berharap, komunikasi yang baik bisa membuka babak baru dalam hidupnya. Semua masih tanda tanya, tapi setidaknya sudah ada usaha.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar