Gejolak di pasar saham belakangan ini rupanya membuat pemerintah bergerak. Mereka menyiapkan sejumlah langkah untuk membenahi dan menguatkan pasar modal Indonesia. Langkah-langkah strategis ini diharapkan bisa memberi napas baru.
Dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (30/1), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap satu kebijakan konkret. Pemerintah sepakat menaikkan batas investasi untuk dana pensiun dan perusahaan asuransi di pasar modal. Angkanya naik signifikan, dari cuma 8 persen menjadi 20 persen.
“Dana pensiun, asuransi, itu limit untuk investasi di pasar modalnya ditingkatkan dari 8 persen ke 20 persen,” ujar Airlangga.
Kebijakan ini tak berdiri sendiri. Ia berjalan beriringan dengan langkah OJK yang menaikkan ketentuan free float minimal saham di BEI, dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Menurut Airlangga, ini upaya agar struktur pasar modal kita makin sejalan dengan standar global.
“Indonesia komitmen untuk mengadopsi standar-standar tersebut agar tentunya kita bisa mempertahankan di standar emerging market,” jelasnya.
Dia melanjutkan, harapannya pasar modal jadi lebih kuat, adil, dan transparan. Selain itu, langkah ini juga jadi sinyal ke pasar global: fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pemerintah, kata dia, tidak khawatir berlebihan dengan kondisi makroekonomi maupun fiskal nasional.
Lalu, bagaimana soal pengelolaan risikonya? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kenaikan porsi investasi itu akan difokuskan pada saham-saham berkualitas, bukan sembarangan.
“Kita akan bebaskan lagi ke 20 persen, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasin di LQ45,” ungkap Purbaya.
Aturan teknisnya akan segera terbit melalui Peraturan Menteri Keuangan pada pekan depan. Dan langsung berlaku, tanpa tahapan bertahap. Harapannya jelas: mendongkrak permintaan dan kapitalisasi pasar.
Free Float Naik, Likuiditas Justru Diharapkan Meningkat
Ada kekhawatiran, kenaikan porsi free float malah bikin pasar sepi. Airlangga membantahnya. Menurut dia, kebijakan ini justru diharapkan meningkatkan likuiditas karena sudah melalui perhitungan kebutuhan investor.
Artikel Terkait
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram dalam Sehari
Direktur BCA Borong Saham Rp2,1 Miliar di Tengah Kepanikan Pasar
Pefindo Beri Sinyal Hijau untuk DEWA, Tapi Ada Catatan di Baliknya