Ujarnya dalam acara Economic Insight 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, akhir Januari lalu. Pernyataannya ini bukan tanpa alasan. Prancis sendiri mengalami penurunan peringkat kredit tahun lalu, menyusul AS yang lebih dulu di-degrade dua tahun sebelumnya.
Nah, perpindahan minat investor ini ternyata punya korelasi langsung dengan pelemahan indeks dolar AS. Melemahnya mata uang adidaya itu seperti cermin; ia merefleksikan perubahan selera investor global yang pelan-pelan memutar haluan, mengalihkan portofolionya ke pasar-pasar negara berkembang yang dianggap lebih 'sehat'.
Jadi, meski tekanan ekonomi global masih membayangi, emerging market seperti Indonesia dinilai tetap punya daya tarik kuat. Situasinya kontras sekali dibanding negara-negara dengan rasio utang tinggi yang kini kewalahan menghadapi tekanan fiskal dan ancaman penurunan peringkat kredit. Di sisi lain, rasio utang yang rendah kita ini ibarat magnet di tengah badai, tetap menarik perhatian untuk dana-dana yang sedang mencari tempat yang lebih aman.
Artikel Terkait
Trump Tunjuk Calon Hawkish, Wall Street Langsung Berdarah
Gelombang Mundur di OJK, Empat Pucuk Pimpinan Serahkan Surat Pengunduran Diri
Mirza Adityaswara Lengser, Kursi Pucuk Pimpinan OJK Mendadak Kosong
Mirza Adityaswara Mundur dari Pucuk Pimpinan OJK