Goldman Sachs Pangkas Rekomendasi, IHSG Kolaps 10%

- Jumat, 30 Januari 2026 | 05:48 WIB
Goldman Sachs Pangkas Rekomendasi, IHSG Kolaps 10%

Keributan ini berawal Rabu (28/1), saat IHSG ambruk 8,12 persen ke level 8.250,58. Pasar sempat 'kaget' sampai perdagangan dihentikan sementara selama setengah jam. Data RTI Business menunjukkan betapa luasnya tekanan jual: 703 saham tercatat melemah. Pemicunya jelas: pengumuman MSCI yang membekukan sejumlah aksi indeks untuk saham Indonesia.

Menanggapi hal ini, BEI lewat Corporate Secretary-nya Kautsar Primadi langsung angkat bicara.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan OJK dan KSEI untuk merespons kekhawatiran MSCI, terutama terkait transparansi data kepemilikan saham,” jelasnya.

Kebijakan sementara MSCI ini berlaku hingga Februari 2026. Mereka membekukan kenaikan faktor tertentu dan menghentikan penambahan saham baru ke dalam indeks.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencoba menenangkan. Ia menilai penurunan IHSG sebagai reaksi berlebihan yang sifatnya sementara.

“Persoalan transparansi ini akan kami selesaikan sebelum batas waktu Mei,” tegas Purbaya, sambil menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.

Pandangan optimis serupa datang dari kalangan analis. Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) dan analis senior dari Mirae Asset Sekuritas melihat momen sulit ini justru sebagai momentum perbaikan. Mereka menyebut ada peluang 'beli saat turun' (buy on dip), mengingat fondasi pasar modal dan ekonomi nasional kita sebenarnya masih kuat. Jadi, di balik kepanikan, ada yang justru sedang mengincar peluang.


Halaman:

Komentar