Tapi, ketika keluar dari pertemuan itu, Rosan memilih tutup mulut. Ia tak mau berkomentar soal apa yang dibahas. Rosan terpantau tiba di kantor itu sekitar pukul 08.09 WIB. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.
Nah, soal Dony ini menarik. Sebelumnya, di hari Rabu, ia sudah memberi penjelasan. Dony, yang juga menjabat sebagai COO Danantara, mengatakan pembentukan Perminas punya tujuan strategis: menempatkan bisnis mineral strategis langsung di bawah kendali Danantara. Dengan cara ini, pemerintah ingin semua bisnis negara berjalan dalam satu ekosistem pengelolaan investasi.
“Ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang baru kami bentuk,” kata Dony usai sebuah acara di Jakarta.
Ia menekankan, karakter Perminas berbeda dengan holding pertambangan MIND ID yang sudah ada. Pengalihan Martabe ke Perminas dimaksudkan agar aset itu langsung berada di bawah Danantara, selaras dengan arahan kebijakan pemerintah. Ke depannya, Perminas akan beroperasi penuh di bawah payung Danantara.
Meski begitu, Dony mengaku bahwa komunikasi teknis peralihan dari PT Agincourt Resources ke Perminas bukan ranahnya. Itu, katanya, bukan bagian dari tugas Danantara.
“Itu bukan dengan kami, ya. Itu nanti mungkin akan dikomunikasikan,” pungkas Dony.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar
Merdeka Gold Jual Perdana 16 Kg Emas dari Tambang Pani ke Antam
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan di Selat Hormuz
Tiga Emiten Emas RI Masuk Indeks Global GDXJ, Respons Pasar Beragam