Yang pasti, BCA menegaskan bahwa langkah strategis ini tidak akan bikin pusing soal modal. Mereka memastikan rasio modal bank akan tetap aman, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tidak perlu khawatir.
Tak hanya itu, perusahaan juga menilai bahwa aksi beli kembali saham ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan atau material terhadap kinerja keuangan dan operasional mereka sehari-hari. Bisnis akan berjalan seperti biasa.
Hera F. Haryn kembali menambahkan penegasan.
"Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan. Dalam menjalankan operasional, BCA tetap berpegang pada prinsip Good Corporate Governance dan mematuhi semua peraturan yang berlaku," imbuhnya.
Jadi, itulah rencana BCA ke depan. Sebuah langkah yang tampaknya dirancang untuk mengirim pesan kuat ke pasar, sambil menjaga fondasi bisnisnya tetap kokoh.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 0,75% di Pembukaan Sebelum Libur Panjang Bursa
Pasar Saham Asia Menguat, Terdorong Penguatan Wall Street dan Meredanya Harga Minyak
Laba Bersih Triputra Agro Persada Melonjak 19% Jadi Rp3,84 Triliun di 2025
PT Selamat Sempurna (SMSM) Catat Laba Bersih Rp1,13 Triliun di 2025 Didorong Ekspor