Andrie Yunus masih terbaring di ruang perawatan intensif RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Kondisinya serius. Sebagai Wakil Koordinator KontraS yang disiram air keras, pria 27 tahun itu mengalami luka bakar parah di sejumlah bagian tubuh dan juga gangguan pada penglihatan mata kanannya.
Menurut keterangan dari rumah sakit, kejadiannya berlangsung Jumat dini hari tanggal 13 Maret lalu. Andrie dibawa ke IGD RSCM sekitar pukul tengah malam. Saat tiba, wajah, leher, dada, punggung, sampai kedua lengannya tampak terbakar. Tim medis langsung bergerak.
Yoga Nara, Manajer Hukum dan Humas RSCM, menjelaskan apa yang ditemukan tim.
"Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," tuturnya dalam rilis tertulis Selasa (17/3/2026).
Luka-luka itu segera dicuci untuk mengurangi efek zat kimianya. Tapi, hasil pemeriksaan lebih lanjut ternyata cukup mengkhawatirkan.
Secara keseluruhan, sekitar 20 persen tubuh Andrie mengalami luka bakar. Yang paling memprihatinkan adalah kondisi matanya. Mata kanannya mengalami trauma kimia tingkat berat.
"Hasilnya menunjukkan trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," papar Yoga.
Singkatnya, penglihatannya terancam. Sampai saat ini, Andrie masih terus menjalani perawatan intensif untuk menangani luka bakar dan upaya penyelamatan penglihatannya. Situasinya benar-benar kritis.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi