Powell lebih memilih membahas risiko. Menurutnya, risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan lapangan kerja sudah mulai berkurang.
Perdagangan hari Rabu sebenarnya sempat memberi kejutan. Indeks S&P 500 berhasil menembus level psikologis 7.000 poin untuk pertama kalinya di awal sesi. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Indeks kesulitan mempertahankan kenaikannya dan akhirnya berbalik melemah.
Kalau dilihat per sektor, performanya timpang. Sektor real estat, barang konsumsi pokok, dan layanan kesehatan tercatat sebagai yang terlemah. Posisi berseberangan dipegang oleh sektor energi dan teknologi, yang justru menunjukkan kinerja terbaik.
Kenaikan sektor teknologi, khususnya, banyak disumbang oleh saham-saham chip. Laporan pendapatan perusahaan-perusahaan ini jadi sorotan utama. Nvidia naik 1,6%, Micron melesat 6%, dan yang paling dramatis, Intel melonjak hingga 11%.
Tak ketinggalan, raksasa teknologi lain juga ikut merasakan angin segar. Saham Meta dan Tesla masing-masing menguat hampir 4% dan 3% saat bel tanda tutup dibunyikan.
Yang menarik, volume transaksi hari itu cukup tinggi. Angkanya mencapai 19,03 miliar, melampaui rata-rata 20 hari yang berada di posisi 18,29 miliar. Ini menunjukkan antusiasme yang tetap ada di tengah kondisi pasar yang cenderung datar.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 3,05%, Analis Prediksi Koreksi Berlanjut ke Level 7.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,9 Juta per Gram
IHSG Anjlok 3,05% Jelang Lebaran, Tekanan Global dan Minyak Picu Aksi Jual
Harga Minyak Bertahan Tinggi, Selat Hormuz Tetap Tertutup Picu Kekhawatiran Pasar