Pondok Pesantren di Lombok: Solusi Bijak Hadapi Lonjakan Jumlah Lembaga

- Kamis, 06 November 2025 | 16:25 WIB
Pondok Pesantren di Lombok: Solusi Bijak Hadapi Lonjakan Jumlah Lembaga

Pondok Pesantren di Lombok: Perlukah Pendirian Baru atau Optimalkan yang Ada?

Oleh: M. Zainul Arifin

Pulau Lombok terkenal dengan sebutan "pulau seribu masjid", tetapi juga menjadi pusat bagi banyak pondok pesantren yang mendidik generasi berilmu dan taat beragama. Mendirikan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren adalah langkah mulia untuk melestarikan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama.

Namun, dengan jumlah pondok pesantren yang sudah sangat banyak, rencana mendirikan yang baru perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak terjadi tumpang tindih dan persaingan yang tidak sehat.

Data Pondok Pesantren di NTB dan Lombok Timur

Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah pondok pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat. Pada tahun 2022, terdapat 863 pondok pesantren, dan angka ini naik menjadi 886 pada tahun 2023.

Khusus di Kabupaten Lombok Timur, data pasti jumlah pondok pesantren mungkin belum tersedia, namun fakta di lapangan menunjukkan jumlahnya sangat signifikan. Sebagai contoh, di Desa Bandok saja, telah berdiri tiga pondok pesantren dengan berbagai lembaga pendidikan formal di bawah naungannya.

Motivasi Pendirian Pondok Pesantren Baru

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi pendirian pondok pesantren baru, di antaranya:

  • Peningkatan jumlah sarjana, khususnya lulusan fakultas tarbiyah atau pendidikan.
  • Perbedaan organisasi kemasyarakatan (ormas) agama yang dianut.
  • Ketidakpuasan terhadap manajemen lembaga pendidikan tempat sebelumnya mengabdi.

Meskipun motivasi utamanya umumnya untuk meningkatkan pemahaman agama Islam, realitas di lapangan menunjukkan bahwa persaingan untuk mendapatkan santri semakin ketat.

Tantangan dalam Merekrut Santri

Dengan banyaknya pilihan pondok pesantren, banyak lembaga yang kesulitan menarik minat calon santri, terutama yang berlokasi di pedesaan. Berbagai strategi pun diterapkan, seperti:

  • Sosialisasi intensif melalui media sosial.
  • Penawaran program unggulan dengan kemasan menarik.
  • Pemberian fasilitas gratis atau insentif seperti seragam sekolah.

Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan lembaga memiliki jumlah peserta didik yang memadai, yang juga berpengaruh pada izin operasional dan besaran dana bantuan pemerintah.

Dampak dan Pertimbangan Pendirian Pondok Pesantren Baru

Mendirikan pondok pesantren baru tentu memiliki sisi positif, seperti memberikan lebih banyak pilihan pendidikan bagi masyarakat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:

  • Kualitas Pendidikan: Ketergantungan pada bantuan pihak luar dapat mempengaruhi kualitas sarana prasarana dan kesejahteraan guru.
  • Tantangan Pemerintah: Semakin banyak pondok pesantren, semakin sulit bagi pemerintah untuk melakukan pembinaan dan memastikan semua hak mereka terpenuhi.

Solusi: Mengoptimalkan Pondok Pesantren yang Sudah Ada

Mengutip kaidah fikih, "dar'u al-mafaasid muqaddamun 'ala jalbi al-masholih" (mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada meraih kemaslahatan), maka memperkuat pondok pesantren yang telah ada bisa menjadi alternatif yang lebih bijak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Ikut serta dalam kegiatan pendidikan, baik formal maupun nonformal.
  • Memberikan sumbangan gagasan, pemikiran, atau pengawasan untuk meningkatkan kualitas.
  • Minimal, tidak menjadi penghambat dalam setiap perkembangan pondok pesantren.

Meskipun mendirikan pondok pesantren adalah langkah mulia, pertimbangan matang diperlukan untuk memastikan dampak positifnya lebih besar. Dengan mengoptimalkan pondok pesantren yang sudah ada, diharapkan kualitas pendidikan agama di Lombok dapat terus ditingkatkan tanpa menimbulkan persaingan yang tidak perlu.

Komentar