Jumat lalu, suasana di Masjid Agung Umawi Damaskus terasa berbeda. Dari mimbar yang sama bersejarah itu, suara yang bergema bukan berasal dari khatib biasa. Kali ini, yang berdiri dan menyampaikan khutbah adalah Menteri Kehakiman Suriah sendiri, Dr. Mazhar Al-Wais hafizhahullah.
Isinya? Tegas dan tanpa tedeng aling-aling. Peringatan kerasnya ditujukan ke semua kalangan, tanpa pandang bulu. Rekan-rekan sesama menteri, anggota pemerintah, aparat keamanan, sampai para hakim dan jaksa duduk mendengarkan. Tak lupa, para pejabat dan pengusaha pun masuk dalam sasarannya.
Inti dari seluruh pesannya bisa dirangkum dalam satu kalimat yang beliau sampaikan dengan penuh tekanan:
“Waspadalah terhadap kezaliman, karena sesungguhnya doa orang yang terzalimi tidak ada penghalang antara dirinya dengan Allah.”
Untuk menguatkan peringatannya, Dr. Mazhar Al-Wais lalu menyelipkan sebuah kisah pilu dari masa lalu. Kisah tentang Khalid Al-Barmaki, seorang menteri berpengaruh di era Abbasiyah, yang akhirnya berakhir di penjara bersama anaknya, Yahya.
Artikel Terkait
Derby Rhein Berakhir 3-3, Köln Bertahan dengan 10 Pemain
Bayern Munich Hancurkan Union Berlin 4-0 dalam Dominasi Penuh
Prabowo Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum dan Pembersihan Aparat
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sulawesi Selatan Sepanjang Hari Minggu