Di balik jeruji, sang anak bertanya, kebingungan. "Ayah, kenapa kita bisa sampai di sini? Padahal dulu posisi kita begitu tinggi."
Jawaban sang ayah, seperti dikutip Menteri, sungguh membuat merinding. "Bisa jadi, nak, ini adalah doa dari orang yang kita zalimi. Sebuah doa yang ia panjatkan di kegelapan malam, lalu Allah mengabulkannya."
Nah, di sinilah poin pentingnya. Khutbah Jumat itu jelas bukan sekadar wejangan agama biasa. Ini adalah pesan kenegaraan yang kuat, sebuah seruan untuk keadilan yang justru disampaikan dari tempat yang paling sakral oleh orang yang punya otoritas langsung. Sebuah momen yang langka dan penuh makna.
[Video khutbah lengkap Menteri Kehakiman Suriah tersedia untuk disimak.]
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi