Suasana pagi di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pagi ini berbeda. Ribuan orang memadati area, bukan sebagai wisatawan biasa, melainkan sebagai peserta "Run For Solidarity". Mereka berkumpul untuk satu tujuan: menunjukkan dukungan dan menggalang dana bagi saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana.
Acara dibuka dengan khidmat. Lima pemuka agama dari latar belakang berbeda Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu memimpin doa bersama. Dengan kepala tertunduk, para peserta memanjatkan harapan untuk korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah musibah ini sebagai penghapus dosa-dosa kami, menguji keimanan dan membuka pintu rahmat,” ucap pemuka agama Islam, Khalid, dengan suara lantang.
“Mudahkanlah proses evakuasi dan pemulihan. Berikan pertolongan-Mu ya Allah, agar Sumatera bangkit dan kembali kuat.”
Doa kemudian dilanjutkan secara bergantian oleh perwakilan agama lainnya, menciptakan momen hening yang jarang terlihat dalam keramaian.
Usai doa, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Penasihat I DWP Kemensos Fatma Saifullah Yusuf memberi tanda start. Peserta segera melesat, mengikuti rute lari 10K, 5K, dan 3K yang telah disiapkan.
“Terima kasih atas partisipasinya,” kata Agus Jabo melepas para pelari. “Hari ini adalah maraton untuk solidaritas. Semoga saudara-saudara kita di Sumatera segera bangkit dan hidup normal kembali.”
Sepanjang jalur lari, nuansa kepedulian benar-benar terasa. Bukan cuma dari langkah kaki, tapi dari atribut yang dibawa peserta. Ikat kepala, poster, dan spanduk penuh pesan haru terlihat di mana-mana.
Artikel Terkait
Libur Lebaran Sekolah Berakhir 27 Maret, Siswa Kembali Belajar 30 Maret 2026
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM
Suasana Haru di TPU Karet Bivak, Warga Ziarah untuk Obati Rindu di Hari Lebaran
Eddy Soeparno Dukung Percepatan Transisi Energi Prabowo