Kebakaran hebat yang melanda Apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu akhir November lalu, masih menyisakan duka yang dalam. Data terbaru dari Fire Services Department Hong Kong per 9 Desember 2025 mencatat, tragedi itu merenggut 160 nyawa dan melukai 79 orang secara serius. Di tengah situasi yang pelik ini, Kementerian Luar Negeri kita terus bekerja tanpa henti menangani Warga Negara Indonesia yang menjadi korban.
Upaya penanganan dilakukan lewat koordinasi aktif antara Direktorat Pelindungan WNI dan KJRI Hong Kong dengan berbagai otoritas setempat, seperti Hong Kong Police Force dan Labour Department. Tujuannya jelas: memastikan setiap WNI terdampak mendapat perhatian yang menyeluruh.
Dari sekitar 140 WNI yang diperkirakan tinggal di area bencana, kabar baiknya, 130 orang telah dinyatakan selamat. Sayangnya, sembilan orang meninggal dunia. Sedihnya lagi, satu orang lainnya masih hilang dan belum bisa dikonfirmasi keberadaannya sampai sekarang.
Kabar duka itu pun telah disampaikan Kemlu langsung kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan.
"Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, Direktorat Pelindungan WNI melaksanakan kegiatan Family Engagement terhadap keluarga sembilan korban WNI/PMI yang meninggal. Kegiatan ini digelar di beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada awal Desember lalu,"
demikian penjelasan resmi Kemlu yang dirilis Senin (22/12).
"Pertemuan dengan keluarga ini intinya untuk memberi penjelasan lengkap soal proses penanganan dan pemulangan jenazah. Kami juga membahas hak-hak finansial serta membantu mengurus dokumen yang diperlukan keluarga almarhum,"
tambah pernyataan itu.
Di sisi lain, untuk mempercepat segala proses di Hong Kong, Kemlu juga menggenjot koordinasi teknis dengan pihak berwenang di sana. Pembahasan difokuskan pada proses identifikasi korban yang rumit dan persiapan pemulangan jenazah sesuai prosedur yang berlaku.
Hasil dari upaya itu, Kemlu bersama KJRI Hong Kong akhirnya berhasil memfasilitasi pemulangan kesembilan jenazah WNI korban insiden tersebut ke tanah air.
"Delapan jenazah dipulangkan dengan pembiayaan penuh dari anggaran Kementerian Luar Negeri. Satu jenazah lainnya dibiayai oleh pihak majikan di Hong Kong,"
lanjut keterangan tersebut.
Jenazah Tiba di Tanah Air
Kedatangan pertama terjadi di Bandara Soetta, Tangerang, pada 21 Desember malam, tepat pukul 23.00 WIB. Jenazah seorang WNI berinisial N itu kemudian dibawa pulang ke keluarganya di Indramayu, Jawa Barat.
Menurut rilis Kemlu, kedelapan jenazah lainnya dijadwalkan tiba di Indonesia secara bertahap sepanjang tanggal 23 hingga 25 Desember 2025.
Rinciannya, satu jenazah asal Jawa Barat dan tiga jenazah asal Jawa Tengah akan dipulangkan lewat Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, lima jenazah yang berasal dari Jawa Timur akan tiba melalui Bandara Juanda, Surabaya. Dari bandara-bandara tersebut, jenazah akan diserahterimakan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan di daerah asal.
Artikel Terkait
Rem Blong Truk Pasir Picu Tabrakan Beruntun di Exit Tol Cilegon Timur
Presiden Prabowo Gelar Forum Dialog Bahas Arah Politik Luar Negeri
5 Februari dalam Catatan: Apollo 14 Mendarat di Bulan hingga Pemberontakan Kapal Belanda
Adies Kadir Segera Dilantik sebagai Hakim MK di Hadapan Presiden Prabowo