Pendapatan perusahaan diketahui juga menyusut 58 persen dari yang semula bisa mencapai US$ 557,03 juta.
Pada sembilan bulan tahun 2023, revenues yang berhasil diperoleh ESSA Industries Indonesia hanya sebesar US$ 232,63 juta.
Dengan penurunan pendapatan yang cukup drastis, ternyata beban pengeluaran perusahaan pun tidak menunjukkan penyusutan yang signifikan.
Selisih penurunan beban pengeluaran perusahaan dalam setahun terakhir hanya nyusut US$ 114,6 juta.
Baca Juga: Ekspor Sepanjang 2023 Capai Rp390 Triliun, Jumlah Laba Bersih PT Gunung Raja Paksi Tbk Anjlok
Alhasil gross profit yang berhasil diraup ESSA sebesar US$48,37 juta, terperosok jauh dari US$ 258 juta pada periode sebelumnya.
Ditambah lagi dengan berbagai biaya lainnya yang mengurangi nominal laba kotor, tidak heran jika laba bersih terkikis hingga sisakan laba bersih periode berjalan hingga US$ 12,44 juta.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: innalar.com
Artikel Terkait
IHSG Naik 0,50%, Saham JAYA Melonjak 35% Jadi Top Gainer
IHSG Menguat 0,50% ke 8.322,23 Didorong Sektor Konsumer dan Keuangan
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Mudik Lebaran 2026 Resmi Dijual
Petrosea Akuisisi Mayoritas Saham Perusahaan Jasa Pelabuhan Vista Maritim Asia