Kolaborasi juga jadi kunci. RSCH tak hanya membangun gedung, tetapi juga memperkuat kemitraan. Salah satu yang sudah jalan adalah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini membuka akses layanan kesehatan bagi pekerja formal, khususnya di kawasan industri, secara lebih luas lagi.
Menanggapi langkah ekspansi ini, analis punya pandangan yang cukup optimis. Michael Lee, Research Analyst Semesta Indovest Sekuritas, menilai prospeknya positif untuk jangka menengah hingga panjang.
Menurutnya, perkembangan kawasan industri seperti Batang menciptakan permintaan layanan kesehatan yang sifatnya struktural bukan sekadar sesaat. Menempatkan rumah sakit di wilayah dengan basis pasien potensial yang padat berpotensi memperluas basis pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan berulang perusahaan.
Memang, diakui bahwa pada fase awal, ekspansi dan akuisisi berpotensi menekan profitabilitas karena beban operasional yang membesar. Tapi, fundamental sektor kesehatan Indonesia secara keseluruhan tetap solid. Dengan pengelolaan biaya yang ketat dan eksekusi yang tepat, RSCH dinilai punya peluang bagus untuk memperbaiki kinerja keuangannya dan tentu saja, daya tarik sahamnya di bursa.
Jadi, lewat kombinasi ekspansi organik, akuisisi, dan penguatan kemitraan strategis di jantung kawasan industri, RSCH tampaknya cukup yakin. Mereka optimistis bisa menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan sekaligus memperkokoh posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan dengan prospek jangka panjang yang cerah.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 6,71% Usai MSCI Bekukan Perubahan Indeks
Emas Antam Melonjak Rp 52 Ribu, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
IHSG Terjun Bebas, Hampir 500 Saham Membeku di Zona Merah
Jelantah Bisa Ditukar Poin Belanja, Alfamart Tambah 100 Kotak Penampung