Konsensus di kalangan analis adalah Fed akan mempertahankan suku bunga acuan. Para pembuat kebijakan tampaknya masih ingin mengamati lebih lama dampak dari pelonggaran kondisi keuangan dan tren inflasi yang mulai stabil. Data terbaru juga memperkuat sinyal bahwa pemotongan suku bunga belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Blerina Uruci, Kepala Ekonom AS di T. Rowe Price, memberikan pandangannya.
"Pertemuan FOMC Januari ini seharusnya berjalan mulus. Kami memperkirakan suku bunga tetap, dengan komunikasi yang tidak terburu-buru untuk memotong. Pernyataan mereka kemungkinan akan mencerminkan stabilitas sikap kebijakan saat ini, tapi tetap waspada pada kondisi ekonomi yang terus berkembang," jelas Uruci.
“Kami mempertahankan pandangan bahwa suku bunga akan stabil di paruh pertama tahun ini, dengan dua potensi penurunan di paruh kedua. Risikonya adalah jika inflasi melambat lebih cepat, yang bisa memicu lebih banyak pemotongan suku bunga daripada yang diharga pasar saat ini,” tambahnya.
Selain soal timing pemotongan suku bunga, investor juga bakal menyimak kabar tentang siapa calon gubernur Fed berikutnya. Masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua akan berakhir pada bulan Mei mendatang, jadi spekulasi siapa penggantinya mulai menghangat.
Artikel Terkait
Emas Antam Melonjak Rp 52 Ribu, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
IHSG Terjun Bebas, Hampir 500 Saham Membeku di Zona Merah
Jelantah Bisa Ditukar Poin Belanja, Alfamart Tambah 100 Kotak Penampung
Harga Emas Antam Melonjak Tajam, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram