Tukang Cukur Asli Garut Tak Gentar Dihimpit Barbershop Kekinian

- Rabu, 28 Januari 2026 | 03:18 WIB
Tukang Cukur Asli Garut Tak Gentar Dihimpit Barbershop Kekinian

“Dari awal memang pakai AC. Model bangunannya pendek, kalau pakai kipas angin terlalu dekat ke kepala. Biar nyaman, ya pakai AC saja,” jelas Mudi.

Meski ber-AC, harganya tetap terjangkau. Cukur dewasa Rp 25 ribu, anak-anak Rp 20 ribu, dan botak licin Rp 30 ribu. Sama seperti Andri, cukur jenggot di sini juga cuma sepuluh ribu.

“Ada aja yang datang khusus untuk itu, meski nggak banyak. Untuk botak licin agak beda harganya, soalnya modal usahanya lebih susah,” katanya.

Pola ramainya mirip: akhir pekan adalah hari emas. Sabtu dan Minggu, pendapatan Mudi bisa menembus Rp 1 juta per hari. Sementara di hari biasa, angka itu berkisar antara Rp 400 hingga 500 ribu.

Di sisi lain, tantangan dari barbershop modern ia akui dengan jujur. Menurut pengamatannya, anak muda sekarang lebih tertarik ke sana.

“Mungkin lebih menarik bagi mereka. Di tempat kami kan usianya sudah lanjut, kayak saya sudah kepala empat. Anak muda usia 20-an kadang nggak mau cukur ‘jadul’ dengan tukang cukur yang sudah tua,” ucap Mudi.

Persaingan lain datang dari layanan dan promo. Barbershop modern punya treatment lengkap: mewarnai, perming, keramas. Mereka juga rajin beri promo menarik.

“Kita di sini cukur doang sudah. Nggak ada promo apa-apa, nggak jual pomade atau powder. Ya memang begitu adanya,” tuturnya dengan nada menerima.

Jadi, di tengah gempuran gaya kekinian, para tukang cukur Asgar ini tetap bertahan. Mereka mengandalkan harga bersaing, pelayanan jujur, dan hubungan personal dengan pelanggan lama. Sebuah cerita ketahanan yang sederhana, tapi nyata.


Halaman:

Komentar