Proyeksi Bunga BI dan Harapan untuk Deputi Gubernur Baru
Di tengah gejolak politik Amerika Serikat yang memengaruhi kebijakan The Fed, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memproyeksikan Bank Indonesia akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada tahun 2026. Prediksinya, pemotongan akan terjadi satu hingga dua kali sepanjang tahun itu.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers, Selasa (27/1). Ia mengakui, proyeksi tahun ini lebih konservatif dibanding realitas tahun lalu.
"Tahun lalu kita proyeksikan 3 kali, tapi melihat situasi di AS yang memang tidak seagresif yang diperkirakan," jelas Hendra.
Faktanya, sepanjang 2025 BI ternyata lebih agresif. Suku bunga turun lima kali, atau total 125 basis poin, dari 6% ke level 4,75%. Perbedaan yang cukup signifikan.
"Untuk saat ini, ya, kita prediksi penurunan BI rate itu antara 1-2 kali," ujarnya menegaskan.
Selain soal suku bunga, perhatian juga tertuju pada pengangkatan baru di jajaran BI. Thomas Djiwandono resmi menjadi Deputi Gubernur BI periode 2026-2031 setelah disahkan DPR dalam Rapat Paripurna.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tantang Investor: Tertawakan Saya, Tapi Jangan Lupa Investasi
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
LPS Soroti Suku Bunga Simpanan yang Belum Turun Sesuai Sinyal Pasar