Pencarian pesawat ATR 42-500 yang diduga jatuh di kawasan Gunung Maros, Sulawesi Selatan, masih terus digenjot oleh tim SAR. Seiring waktu, potongan demi potongan fakta mulai terkuak, melukiskan gambaran yang lebih jelas tentang insiden nahas ini.
Pesawat yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang itu sebenarnya sedang dalam proses pendekatan untuk mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Menurut informasi, pesawat produksi tahun 2000 bernomor seri 611 itu terbang dari Yogyakarta. Namun, di menit-menit krusial, pesawat terpantau menyimpang dari jalur pendekatan yang telah ditetapkan. Petugas ATC pun langsung memberi arahan koreksi kepada kru pesawat.
Sayangnya, upaya itu tak membuahkan hasil. Kini, fokus utama beralih ke medan terjal di sekitar Gunung Bulusaraung.
Serpihan dan Buku Pilot: Temuan Pertama di Lereng Gunung
Di lereng gunung itulah, tim gabungan berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti. Ada enam serpihan yang diduga kuat berasal dari badan pesawat. Uniknya, temuan awal ini justru dilaporkan oleh seorang pendaki, sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim.
Muhammad Arsyad dari BPBD Pangkep mengonfirmasi temuan tersebut.
Artikel Terkait
Warga Greenland dan Denmark Serukan: Kami Bukan Komoditas!
Noe Letto Resmi Jadi Tenaga Ahli Strategis Dewan Pertahanan Nasional
Khamenei Tuding AS dan Israel Dalangi Kerusuhan yang Tewaskan Ribuan Warga
Serpihan Pesawat ATR Ditemukan di Lereng Terjal Gunung Bulusaraung