Pagi ini, kabar baik datang bagi para pemegang saham PT Pinago Utama Tbk. Perusahaan secara resmi mencairkan dividen interim tunai senilai Rp70,3 miliar. Pembayaran dilakukan hari ini, Selasa 27 Januari 2026.
Raymon Wahab, Direktur Utama PNGO, mengonfirmasi besaran rinciannya. Dalam keterbukaan informasi ke BEI, ia menyebut angka Rp90 per saham.
"Besaran dividen interim kedua tahun buku 2025 yang dibagikan Rp70,3 miliar atau Rp90 per saham,"
Ucapannya itu langsung menjadi sorotan.
Ini bukan kali pertama di tahun buku 2025. Sebelumnya, di bulan Oktober tahun lalu, perseroan juga sudah membagikan dividen interim. Jadi, bagi investor, ini seperti dapat angin segar dua kali dalam setahun.
Lalu, dari mana sumber pembagian ini? Rupanya, keputusan ini berdasar pada kinerja keuangan yang cukup solid. Hingga akhir September 2025, laba bersih Pinago Utama tercatat mencapai Rp212,7 miliar. Angka yang cukup gemuk. Belum lagi, saldo laba ditahannya masih besar, yakni Rp1,05 triliun, dengan ekuitas menyentuh Rp1,16 triliun. Posisi yang nyaman untuk membagi hasil.
Prosesnya sendiri berjalan cepat. Rapat Direksi pada 5 Januari lalu yang memutuskan usulan ini. Nah, Dewan Komisaris pun langsung menyetujuinya di hari yang sama. Tidak ada drama berarti.
Kalau kita bandingkan dengan pembagian sebelumnya, ada selisih. Di Oktober 2025 lalu, dividen yang dibagikan lebih besar, yaitu Rp130 per saham. Dengan pembagian hari ini, totalnya jadi Rp210 per saham yang dikembalikan ke pemegang saham sepanjang tahun buku 2025. Bagi mereka, tentu ini berita yang menyenangkan.
Pinago Utama, perusahaan yang bergerak di bisnis karet dan sawit ini, menunjukkan komitmennya untuk berbagi keuntungan. Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, langkah seperti ini bisa menjadi penanda kepercayaan direksi terhadap kondisi perusahaan ke depannya.
Artikel Terkait
Rupiah Kuat ke Bawah Rp18.000, IHSG Diproyeksi Bangkit dalam Tiga Bulan ke Depan
Pefindo Pertahankan Peringkat idA untuk WIFI, Prospek Stabil di Tengah Ekspansi Bisnis
IPO SpaceX Cetak Rekor: Alokasi 30% untuk Investor Ritel Picu Aksi Beli Masif di Hari Perdana
KETR Targetkan Pendapatan Tembus Rp1,01 Triliun pada 2026, Ditopang Segmen Developer