Investor Dubai Guncang IKN dengan Investasi Rp4 Triliun untuk Kawasan 24 Jam

- Senin, 26 Januari 2026 | 10:15 WIB
Investor Dubai Guncang IKN dengan Investasi Rp4 Triliun untuk Kawasan 24 Jam

Di Dubai, Jumat lalu, sebuah kesepakatan besar untuk Ibu Kota Nusantara akhirnya ditandatangani. Otorita IKN (OIKN) resmi menggandeng grup investor ternama dari Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group. Nilai investasinya tak main-main: sekitar Rp4 triliun untuk membangun kawasan terpadu di jantung pemerintahan baru.

Acara penandatanganan itu sendiri dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, dan sang Chairman, Syeikh Ayedh Dejem. Mereka menyepakati pengembangan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, tepatnya di area KIPP 1A. Lokasinya strategis, bersebelahan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

Rencananya, di atas lahan itu akan tumbuh sebuah kompleks perkantoran yang modern, dilengkapi area komersial dan pusat perbelanjaan. Tak lupa, fasilitas ibadah berupa masjid juga akan didirikan di sana. Intinya, kawasan itu nantinya diharapkan bisa hidup 24 jam.

Dalam keterangan terpisah, Syeikh Ayedh Dejem menyampaikan optimisme yang tinggi. Baginya, prospek real estat di IKN sejalan dengan geliat ekonomi Indonesia yang terus menguat.

"Pertumbuhan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Dan Insyaallah ekonomi (di IKN) tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek yang besar untuk memenuhi kebutuhan," ujarnya, Minggu (25/1).

Dia menambahkan, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan posisi strategis Dubai sebagai hub ekonomi global menjadi pijakan keyakinannya.

"Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara," katanya.

Di sisi lain, Sudiro Roi Santoso dari OIKN menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, ini adalah langkah konkret untuk mempercepat pembangunan di area strategis IKN.

"Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 23 Januari, OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektar," kata Sudiro.

Soal tahapannya, Sudiro menjelaskan bahwa investasi Rp4 triliun itu tidak langsung digelontorkan. Akan ada fase pra-konstruksi yang mesti dilalui dulu. Mulai dari perencanaan detail, mengurus seabrek perizinan, sampai proses lelang untuk memilih kontraktor. Semua tahapan persiapan itu diprediksi bakal makan waktu paling lama satu setengah tahun.

"Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian," jelasnya.

Jika jadwal berjalan mulus, groundbreaking atau awal pembangunan fisik baru bisa dimulai sekitar pertengahan 2027. Proses konstruksinya sendiri tidak instan, melainkan akan berlangsung secara bertahap hingga lima tahun ke depan.

Kerja sama ini sebenarnya sudah dirintis sejak lama. Ayedh Dejem Group disebutkan sudah melakukan penjajakan sejak tahun lalu, bahkan sempat berkunjung langsung ke lokasi IKN. Komitmen awal mereka sudah dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerahasiaan (NDA) pada 8 Mei 2025 silam. Jadi, kesepakatan Jumat lalu adalah puncak dari proses yang cukup panjang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar