“Mungkin kalau ada yang naruh uang tiba-tiba di mobil saya, ya itu bisa saja,” ujarnya sambil berandai-andai. “Tapi kan harus ada latar belakang kasusnya seperti apa. Saya sih rasanya enggak ada urusan. Saya hanya bertanggung jawab ke Presiden, yang lain saya enggak peduli.”
Sebelumnya, di sela-sela persidangan kasusnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Noel sudah lebih dulu memberi sinyal. Suaranya bernada peringatan serius.
“Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noel-kan. Hati-hati tuh.”
Noel lalu menyebut beberapa kebijakan Purbaya mulai dari pelarangan thrifting sampai soal pajak telah mengusik ‘pesta’ tertentu.
“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu,” tuturnya.
Nada Noel jelas penuh kiasan. Tapi di balik itu, terselip pesan yang terdengar lebih seperti firasat gelap daripada sekadar sindiran biasa.
Artikel Terkait
PPGL Lepas Kepemilikan di JAYA Senilai Rp44,6 Miliar ke Tangan Pengendali
Kenaikan Tarif Commuter Line Masih Digodok, KCI Tunggu Keputusan Pemerintah
JAST dan MPIX Melonjak 34%, Saham Tekstil ESTI Tersungkur Meski Sempat Diangkat Sentimen BUMN
KRL Bakar Semangat: Rute Cikampek dan Merak Ditargetkan Beroperasi Sebelum 2029