Tapi Lisa punya cara pandang lain. Defisit itu, baginya, bukan penghalang. Justru ia melihat peluang yang masih terbuka lebar. Apalagi, kerja sama di sektor ini bisa mendatangkan manfaat lain, seperti menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.
"Dalam misi kali ini, kami bawa perwakilan dari berbagai sektor. Mulai dari produk daging, hewan hidup, sampai barang kebutuhan sehari-hari," jelasnya. "Kami yakin peluangnya ada di hampir semua bidang."
Ia memberi contoh gandum AS. Komoditas itu diimpor ke sini, lalu diolah lebih lanjut oleh industri lokal. Proses itu sendiri sudah membuka banyak kesempatan kerja. "Ini bagus untuk bisnis Indonesia, terutama untuk produk-produk yang memang tidak diproduksi di sini," katanya.
Jadi, fokusnya tetap pada upaya meningkatkan ekspor. Acara 'Rasa Amerika' dan kunjungan delegasi perdagangan dinilainya sebagai cara yang tepat. Tentu, sambil terus melanjutkan negosiasi yang sudah berjalan. Semuanya demi menggarap potensi besar yang sedang mereka lihat di sini.
Artikel Terkait
Komisi XI DPR Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Thomas Djiwandono Usung Strategi Gerak BI untuk Pacu Pertumbuhan Inklusif
Dari Kartu Telepon ke Cloud: Mengenal JAST, Emiten yang Sahamnya Melonjak 34%
Astra Graphia Pacu Pasar dengan Mesin Cetak AI Pertama di Asia Pasifik