Pasar Indonesia yang luas dan dinamis kini jadi sorotan Amerika Serikat. Tepatnya, untuk produk-produk pertanian mereka. Menurut Lisa Ahramjian, Penasihat Pertanian dari USDA, potensinya memang luar biasa. Bayangkan saja, populasi kita terbesar keempat di dunia.
"Kelas menengahnya besar," ujar Lisa dalam sebuah briefing di Kedutaan Besar AS, Jakarta Pusat, Senin lalu. "Dan kebanyakan orang Indonesia suka makanan enak, kan? Budaya ngemilnya juga kuat. Itu artinya peluang pasar untuk produk pertanian AS sangat besar. Permintaan dari pembeli di sini juga terbilang tinggi."
Lisa mengakui, realisasi potensi ini tak akan datang dengan sendirinya. Namun begitu, sejumlah langkah konkret sedang digodok. Salah satunya adalah negosiasi tarif yang katanya sudah di ujung tanduk, tinggal menunggu finalisasi.
"Selain itu, kami akan gencar promosi lewat acara seperti 'Rasa Amerika' dan mengirim delegasi perdagangan," tambahnya. "Intinya, semua upaya itu kami lakukan untuk membuka jalan."
Meski optimis, ada satu fakta yang tak bisa diabaikan: defisit. Sepanjang 2024, neraca perdagangan pertanian memang tak seimbang. Ekspor AS ke Indonesia mencatat angka sekitar 3 miliar dolar AS. Sementara, yang mengalir ke arah sebaliknya, dari Indonesia ke AS, hanya sekitar 1,1 miliar dolar AS.
Artikel Terkait
Komisi XI DPR Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Thomas Djiwandono Usung Strategi Gerak BI untuk Pacu Pertumbuhan Inklusif
Dari Kartu Telepon ke Cloud: Mengenal JAST, Emiten yang Sahamnya Melonjak 34%
Astra Graphia Pacu Pasar dengan Mesin Cetak AI Pertama di Asia Pasifik