Sebanyak 95.400 butir benih kelapa sawit akhirnya berangkat dari Sumatera Selatan menuju Peru. Ekspor ini difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) setempat, yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Menurut Kepala BKHIT Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, pemeriksaan ketat dilakukan oleh petugas di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Tujuannya jelas: memastikan benih-benih itu layak kirim dan memenuhi standar teknis Peru.
"Petugas kami telah melakukan pemeriksaan secara teliti," ujarnya.
"Ini untuk memastikan setiap komoditas ekspor, benih kelapa sawit itu, memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan. Semua demi menjaga kepercayaan pasar internasional."
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan benih bebas dari organisme pengganggu, khususnya jenis jamur Marasmius sp. yang jadi syarat wajib otoritas Peru. Kalau sampai ada yang lolos, bisa-bisa pengiriman ditolak. Makanya, prosesnya tak boleh main-main.
Artikel Terkait
Wall Street Berakhir Bervariasi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Harga Emas Bangkit Didorong Pelemahan Dolar dan Meredanya Sentimen Inflasi
Harga Minyak Jatuh 11% Usai Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir
Pupuk Indonesia Niaga dan Semen Baturaja Jalin Kerja Sama Perdagangan Clay