OJK Malang Catat Kredit Tumbuh 4,66% yoy, NPL dan Blokir Rekening Judi Meningkat

- Rabu, 11 Maret 2026 | 08:00 WIB
OJK Malang Catat Kredit Tumbuh 4,66% yoy, NPL dan Blokir Rekening Judi Meningkat

Laporan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan gambaran yang cukup menarik untuk awal tahun 2026. Ternyata, penyaluran kredit perbankan di wilayah itu masih tumbuh, meski ada sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya. Tepatnya, pada Januari lalu, angka kreditnya mencapai Rp109,76 triliun. Itu artinya naik 4,66% dibanding Januari tahun sebelumnya. Namun, kalau dibandingin sama posisi Desember 2025, justru turun tipis sekitar 0,66%.

Farid Faletehan, selaku Kepala Kantor OJK Malang, membeberkan rinciannya. Menurutnya, kalau dilihat dari jenis penggunaannya, Kredit Konsumsi jadi yang paling ngebut pertumbuhannya, yaitu 7,79%. Kemudian disusul Kredit Investasi sebesar 6,62%, sementara Kredit Modal Kerja hanya bergerak 1,07%.

“Berdasarkan jenis debitur, kredit UMKM mengalami penurunan sebesar 0,85% yoy dengan porsi penyaluran di wilayah kerja OJK Malang sebesar 32,81%,” jelas Farid, Selasa (10/3/2026).

Nah, soal kualitas kredit, kondisinya masih bisa dibilang terjaga. Rasio NPL (kredit bermasalah) tercatat di angka 2,97%, naik sedikit dari Desember yang 2,62%. Sementara itu, Loan at Risk (LaR) juga mengalami kenaikan menjadi 10,58% dari posisi sebelumnya 10,11%.

Kalau ditengok lagi, dana kredit yang disalurkan bank-bank di Malang masih fokus ke tiga sektor utama. Paling besar ke sektor Rumah Tangga dengan nilai Rp32,84 triliun (porsi 29,92%). Lalu ada Perdagangan Besar dan Eceran, termasuk reparasi mobil dan motor, yang menyerap Rp20,76 triliun (18,91%). Sektor Industri Pengolahan menyusul di posisi ketiga dengan Rp19,99 triliun (18,22%).

“Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga,” tambah Farid menegaskan.

Di sisi lain, OJK Malang juga aktif menangani isu yang sedang hangat: pemberantasan judi online. Mereka sudah minta bank-bank untuk memblokir sekitar 32.556 rekening yang diduga terkait, bertambah dari data sebelumnya sekitar 32.144 rekening. Data ini mereka dapat dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Gak cuma blokir, mereka juga minta perbankan buat mengembangkan laporan itu. Caranya? Dengan menutup rekening yang cocok dengan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan melakukan pemeriksaan lebih mendalam atau Enhance Due Diligence (EDD).

Ada Juga yang Pindah Kantor

Selain soal kredit, ada juga kabar tentang perubahan alamat. PT BPR Keluarga Sejahtera resmi pindah kantor pusatnya. Dari sebelumnya di Jalan Malangsuko, Tumpang, Kabupaten Malang, sekarang berpindah jauh ke Jalan Tjilik Riwut, Desa Pundu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Pemindahan ini efektif sejak 5 Februari 2026, berdasarkan persetujuan OJK.

Pendapat lain datang dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Dedy Prasetyo. Ia bilang, pertumbuhan intermediasi perbankan di Januari 2026 ini memang didorong sama kenaikan kredit konsumsi. Sayangnya, pertumbuhan yang lebih tinggi agak tertahan karena kredit modal kerja dan investasi yang cenderung moderat.

“Di sisi lain DPK tumbuh melambat di seluruh instrumen simpanan,” ucap Dedy, menyoroti sisi pendanaan perbankan yang juga perlu diperhatikan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar