Menjelang momen Lebaran yang penuh suka cita, ada satu hal yang perlu kita perhatikan selain persiapan mudik dan ketupat. Ani Ruspitawati, Kepala Dinkes DKI Jakarta, mengingatkan kita semua untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak, terutama saat bersilaturahmi nanti.
Kelompok yang paling rentan? Tentu saja balita dan anak-anak. "Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," kata Ani, Rabu lalu.
Memang, di Jakarta sendiri belum ada laporan kasus baru. Tapi jangan lengah dulu. Di beberapa wilayah sekitar Ibu Kota, penyakit ini sudah muncul. Jadi, kewaspadaan harus tetap dijaga, khususnya bagi para orang tua.
"Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya," tegasnya.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Menurut dr. Arifianto, Sp.A, dokter spesialis anak dari RSUD Pasar Rebo, campak belum benar-benar hilang dari tengah kita. Penyebab utamanya sederhana: imunisasi yang belum lengkap.
Faktanya cukup mengkhawatirkan. Arifianto mengaku hampir setiap pekan masih menemui pasien anak dengan kondisi parah akibat campak, bahkan sampai membutuhkan ventilator di ruang perawatan intensif. Padahal, sebenarnya ini bisa dicegah.
"Kondisi tersebut membuktikan penyakit campak dapat dicegah melalui vaksin yang mampu memperkuat daya tahan tubuh," jelasnya.
Logikanya cukup jelas. Anak-anak, yang sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan, perlu 'dikenalkan' pada virus atau bakteri dalam bentuk yang sudah dilemahkan melalui vaksin. Dengan begitu, tubuh mereka punya 'pasukan' untuk melawan ketika suatu saat terpapar penyakit yang sebenarnya.
Untuk imunisasi campak rubela, jadwalnya diberikan tiga kali: saat bayi berusia 9 bulan, lalu dosis penguat di usia 18 bulan, dan terakhir saat anak menginjak 6-7 tahun. Lengkapi ketiganya. Itu adalah tameng terbaik yang bisa kita berikan untuk melindungi buah hati di tengah eufora hari raya dan seterusnya.
Artikel Terkait
Revisi UU Peradilan Militer: Reformasi Diperlukan, Bukan Penghapusan
CT Arsa Foundation dan Koarmada RI Tanam 300 Mangrove serta Salurkan Bantuan untuk Warga Muara Angke Peringati Hari Bumi
BPBD DKI Rilis Lima Kelurahan Rawan Kebakaran, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama
Gegana Brimob Patroli Dini Hari di Jakbar, Antisipasi Gangguan Kamtibmas