Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta baru saja merilis data yang cukup menarik perhatian. Ternyata, ada lima kelurahan di ibu kota yang punya catatan rawan kebakaran selama periode 2021 hingga 2025. Kapusdatin BPBD DKI, Mohamad Yohan, mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah tersebut berada di Jakarta Barat.
“Berdasarkan karakteristik wilayah dan data umum mengenai insiden kebakaran di Jakarta, kelima kelurahan tersebut Kapuk, Cengkareng Timur, Penjaringan, Pegadungan, dan Pulogebang,” kata Yohan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Nah, yang menarik adalah pola di balik angka-angka ini. Yohan membeberkan bahwa kelima kelurahan itu punya kemiripan terutama soal penyebab kebakaran. Dari sekian banyak faktor, korsleting listrik ternyata jadi biang kerok utama.
“Secara statistik di Jakarta, sekitar 70-80 persen kejadian kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” ucapnya.
Di sisi lain, ada juga soal beban listrik yang overload. Di tempat-tempat seperti Kapuk dan Penjaringan, misalnya, warga sering pakai alat elektronik yang dayanya jauh di atas kapasitas bangunan. Belum lagi kabel atau stopkontak yang tidak berizin SNI. Kombinasi ini, terutama di permukiman padat, jelas jadi bom waktu.
Tapi bukan cuma itu. Faktor kedua adalah kepadatan bangunan dan material yang gampang terbakar. Yohan bilang, kelurahan seperti Kapuk, Cengkareng Timur, dan Penjaringan punya permukiman super rapat dengan konstruksi semi-permanen.
“Banyak bangunan yang masih menggunakan material kayu atau triplek, sehingga api merambat dengan sangat cepat sebelum petugas tiba,” ungkapnya.
Belum lagi soal jarak antar bangunan. Di beberapa titik, dinding rumah saling berhimpitan tanpa celah. Akibatnya, begitu api muncul, perambatannya susah banget dikendalikan. Petugas pun kewalahan sebelum sempat bertindak.
Artikel Terkait
Warga Palestina Mulai Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Daerah Pertama Sejak Perang Gaza 2023
Banyuwangi Percepat Masa Tanam Padi Serentak Antisipasi Kemarau Panjang 2026
KPK Periksa Empat Bos Biro Travel Terkait Korupsi Kuota Haji, Tiga Mangkir
Satpol PP Gagalkan Pengolahan Daging Ikan Sapu-sapu untuk Siomai di Pasar Baru