Sebanyak 95.400 butir benih kelapa sawit akhirnya berangkat dari Sumatera Selatan menuju Peru. Ekspor ini difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) setempat, yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Menurut Kepala BKHIT Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, pemeriksaan ketat dilakukan oleh petugas di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Tujuannya jelas: memastikan benih-benih itu layak kirim dan memenuhi standar teknis Peru.
"Petugas kami telah melakukan pemeriksaan secara teliti," ujarnya.
"Ini untuk memastikan setiap komoditas ekspor, benih kelapa sawit itu, memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan. Semua demi menjaga kepercayaan pasar internasional."
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan benih bebas dari organisme pengganggu, khususnya jenis jamur Marasmius sp. yang jadi syarat wajib otoritas Peru. Kalau sampai ada yang lolos, bisa-bisa pengiriman ditolak. Makanya, prosesnya tak boleh main-main.
Artikel Terkait
Dari Hotel Mewah ke Lapak Manggarai: Kisah Kloset Bekas yang Disulap Kembali Kinclong
Pukulan Padel Merajut Jaringan di Pasar Modal
Padel dan Optimisme: AEI Gelar Turnamen untuk Hangatkan Pasar Modal 2026
300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB 2026, ESDM Ungkap Penyebabnya