Ribuan Benih Sawit Sumsel Lolos Karantina, Meluncur ke Peru

- Minggu, 25 Januari 2026 | 03:06 WIB
Ribuan Benih Sawit Sumsel Lolos Karantina, Meluncur ke Peru

Sebanyak 95.400 butir benih kelapa sawit akhirnya berangkat dari Sumatera Selatan menuju Peru. Ekspor ini difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) setempat, yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

Menurut Kepala BKHIT Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, pemeriksaan ketat dilakukan oleh petugas di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Tujuannya jelas: memastikan benih-benih itu layak kirim dan memenuhi standar teknis Peru.

"Petugas kami telah melakukan pemeriksaan secara teliti," ujarnya.

"Ini untuk memastikan setiap komoditas ekspor, benih kelapa sawit itu, memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan. Semua demi menjaga kepercayaan pasar internasional."

Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan benih bebas dari organisme pengganggu, khususnya jenis jamur Marasmius sp. yang jadi syarat wajib otoritas Peru. Kalau sampai ada yang lolos, bisa-bisa pengiriman ditolak. Makanya, prosesnya tak boleh main-main.

Dari verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, sampai pengujian kesehatan semua tahapan dilalui. Hasilnya? Seluruh benih dinyatakan sehat dan bebas dari hama yang dimaksud. Syarat lain seperti izin impor dari Peru juga sudah lengkap.

Di sisi lain, prosesnya sendiri dipermudah berkat sistem SSmQC yang terintegrasi. Mekanisme ini memangkas birokrasi, mempercepat layanan, dan membuat semuanya lebih transparan bagi para pelaku usaha. Jadi, urusan karantina dan bea cukai bisa diselesaikan dalam satu pintu.

Bagi Sri Endah, pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan adalah kunci mutlak. Tanpa itu, ekspor bisa mandek. Karena itu, komitmen BKHIT Sumsel tidak hanya soal mendorong pengiriman, tapi juga melindungi sumber daya hayati dan menjaga standar internasional.

"Sinergi antara kepatuhan pelaku usaha dan layanan karantina yang profesional diharapkan terus mendorong peningkatan daya saing ekspor Indonesia di pasar global," harapnya.

Dengan kata lain, kerja keras di balik layar ini bukan cuma untuk satu pengiriman. Ini tentang reputasi. Dan untuk kali ini, langkah awal menuju Peru tampaknya sudah cukup baik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar