Merdeka Gold Siapkan Langkah Langka ke Bursa Hong Kong

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:15 WIB
Merdeka Gold Siapkan Langkah Langka ke Bursa Hong Kong

Rencana PT Merdeka Gold Resources Tbk untuk melantai di bursa Hong Kong mulai menemukan bentuk. Menurut sejumlah sumber yang diwawancarai Bloomberg, perusahaan tambang emas itu sudah menggaet beberapa bank investasi ternama untuk menggarap rencana IPO-nya.

Informasi ini datang dari orang-orang yang terlibat langsung dalam pembicaraan, meski mereka memilih untuk tidak disebutkan namanya karena semuanya masih sangat rahasia. Mereka bilang, Merdeka Gold sedang bekerja sama dengan Citic Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG.

Namun begitu, detail-detail penting seperti besaran dana yang ingin digalang atau jadwal pastinya masih digodok. Semuanya masih bisa berubah.

Ketika dimintai konfirmasi, Merdeka Gold, UBS, dan Citic memilih untuk tidak berkomentar. Sementara itu, Morgan Stanley sendiri belum memberikan tanggapan apa pun. Kabar soal rencana dual listing ini sebenarnya sudah lebih dulu beredar, salah satunya lewat laporan media IFR.

Kalau jadi, langkah Merdeka Gold ini bakal jadi sesuatu yang cukup langka. Soalnya, tak banyak perusahaan di luar China yang memilih Hong Kong sebagai tempat pencatatan saham. Padahal, hubungan antara bursa Hong Kong dan Indonesia sebenarnya sudah cukup mesra.

Ingat, di 2023 lalu, Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. dan BEI sempat menandatangani kerja sama. Maksudnya ya untuk menjajaki peluang pencatatan lintas bursa seperti ini.

Di balik rencana besarnya, performa operasional Merdeka Gold patut dicermati. Perusahaan yang mengoperasikan tambang emas di Sulawesi ini punya cadangan bijih yang sangat besar, mencapai sekitar 190 juta ton dengan kandungan emas sekitar 4,8 juta ons. Tapi, di sisi lain, mereka masih mencatatkan kerugian bersih USD 22,3 juta untuk sembilan bulan pertama di 2025.

Meski rugi, pasar saham lokal justru sangat antusias menyambut perusahaan ini. Sejak debutnya di BEI pada September lalu, saham EMAS meroket lebih dari dua kali lipat! Kapitalisasi pasarnya melambung ke level Rp 99,91 triliun. Per Jumat (23/1/2026), harganya bertengger di Rp 6.175 per saham.

Lonjakan harga yang fantastis itu jelas menambah daya tarik cerita mereka. Sekarang, semua mata tertuju pada Hong Kong.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar