Nah, untuk jangka pendek ke depan, sekitar 12 sampai 24 bulan, prioritas Danantara sudah jelas. Mereka akan fokus menanamkan modal di sektor-sektor yang dianggap krusial. Energi terbarukan dan transisi energi jadi salah satunya. Lalu ada infrastruktur digital, layanan kesehatan, dan yang tak kalah penting: ketahanan pangan.
Mengapa pangan? Menurut Pandu, ini soal kebutuhan dasar. Indonesia harus siap memenuhi konsumsi penduduknya yang diperkirakan akan menyentuh angka 300 juta jiwa. Itu bukan jumlah yang kecil.
Dari sisi penempatan dananya, Danantara akan bermain di dua arena: pasar publik dan pasar privat. Rencananya, sekitar separuh dari total investasi tahun ini akan dialirkan ke pasar publik, dengan fokus utama tentu saja di dalam negeri.
Tapi mata mereka juga melihat ke luar. Beberapa negara seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, dan bahkan kawasan Eropa sedang dievaluasi sebagai calon lokasi investasi yang potensial.
Di balik semua rencana besar itu, Pandu menegaskan ada hal mendasar yang harus dibangun lebih dulu: kredibilitas. Fokus awal Danantara adalah membangun tata kelola yang kuat. Ini langkah penting, menurutnya, untuk mengikis apa yang ia sebut sebagai defisit kepercayaan publik terhadap institusi-institusi besar di Indonesia.
Upaya membangun kepercayaan itu sedikitnya sudah terlihat dari peringkat kredit yang mereka dapatkan. Fitch Ratings memberikan peringkat BBB, setara dengan peringkat kredit pemerintah Indonesia. Sebuah awal yang cukup solid.
Belum lagi kerja sama yang telah terjalin. Danantara disebut telah menjalin kemitraan dengan beberapa sovereign wealth fund (SWF) lainnya. Total nilai kerja samanya mencapai sekitar 45 miliar dolar AS, termasuk kemitraan yang sebelumnya sudah diumumkan dengan Qatar.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Niaga dan Semen Baturaja Jalin Kerja Sama Perdagangan Clay
Wall Street Turun Lagi, Tertekan Isyarat Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak