Target investasi Danantara tahun ini benar-benar ambisius. Mereka mengejar angka penyaluran dana hingga 14 miliar dolar AS. Angka itu melonjak hampir dua kali lipat dibanding komitmen tahun sebelumnya yang 'hanya' sekitar 8 miliar dolar.
Lalu, dari mana dananya? Rupanya, sumber utamanya bakal berasal dari dua hal: dividen yang dihasilkan oleh perusahaan BUMN, plus hasil dari penerbitan obligasi.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengakui bahwa beban tahun ini jauh lebih berat.
“Tahun lalu kami sudah berkomitmen sekitar USD 8 miliar. Namun total dana yang harus kami salurkan tahun ini mencapai USD 14 miliar,”
Ujarnya di sela-sela forum Reuters Global Markets, yang digelar bersamaan dengan World Economic Forum 2026 di Davos, Jumat lalu.
Selain mengandalkan dividen BUMN, Pandu mengungkap Danantara telah menerbitkan obligasi sebagai bagian dari strategi pendanaan.
Dan rencananya belum berhenti di situ. Dalam satu atau dua bulan ke depan, mereka berencana meluncurkan lagi obligasi tahap kedua, yang diberi nama Patriot Bonds. Hanya saja, nilai penerbitan kali ini diperkirakan lebih kecil. Semuanya sangat tergantung pada bagaimana respons dan minat investor nanti.
Sebagai informasi, Danantara sendiri baru resmi diluncurkan awal tahun lalu, tepatnya Februari 2025, oleh Presiden Prabowo Subianto. Modal awalnya tak main-main: 20 miliar dolar AS. Lembaga pengelola investasi negara ini punya tugas besar: membiayai kurang lebih 20 proyek strategis nasional. Mandatnya jelas, mengelola aset negara secara profesional dan transparan, sekaligus jadi motor penggerak transformasi ekonomi dan daya saing Indonesia.
Artikel Terkait
Pemerintah Batalkan Kuota Tambang, Harga Nikel Global Mulai Bangkit
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
IHSG Tumbang, Tapi 10 Saham Ini Justru Melonjak hingga Lebih dari 100%
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun