IHSG Tumbang 41 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bencana Merah

- Jumat, 23 Januari 2026 | 16:50 WIB
IHSG Tumbang 41 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bencana Merah

Pasar saham Indonesia kembali berakhir dengan catatan merah di penghujung pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 41,17 poin, atau sekitar 0,46 persen, hingga ke posisi 8.951,01. Pelemahan itu terjadi pada sesi kedua perdagangan Jumat sore.

Suasana di lantai bursa terlihat cukup lesu. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, mayoritas justru terpuruk. Tercatat, 521 saham mengalami penurunan harga. Di sisi lain, hanya 200 saham yang berhasil menguat, sementara 237 lainnya stagnan alias tak bergerak banyak.

Meski begitu, aktivitas transaksi tetap berjalan. Total frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 3,2 juta kali dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 60,29 miliar lembar. Nilai transaksinya pun tak main-main, mencecah Rp31,49 triliun dengan kapitalisasi pasar bertengger di angka Rp16.243 triliun.

Mayoritas sektor ikut terseret pelemahan. Namun begitu, ada dua sektor yang justru tampil perkasa dan mencatatkan keuntungan: indeks kesehatan naik 0,64 persen dan infrastruktur menguat tipis 0,17 persen.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham justru melesat luar biasa. Puncak gainers diduduki oleh LMPI (PT Langgeng Makmur Industri Tbk) yang melonjak 34,67 persen ke level Rp202. Disusul oleh RMKO (PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk) yang naik hampir 25 persen ke Rp1.730. Tak ketinggalan, saham BAIK (PT Bersama Mencapai Puncak Tbk) juga meroket 24,62 persen ke Rp324.

Tapi, tentu ada yang berbalik arah. Beberapa saham justru terperosok dalam dan masuk daftar top losers. UANG (PT Pakuan Tbk) terpangkas 15 persen ke Rp6.375. KIOS (PT Kioson Komersial Indonesia Tbk) juga merosot tajam, hampir 15 persen ke Rp165. Sementara itu, HOPE (PT Petrosea Tbk) tak memberi harapan dengan pelemahan 14,85 persen ke Rp9.175.

Begitulah ringkasan perdagangan hari ini. Pasar memang penuh kejutan, dan sentimen negatif masih terasa jelas menghantui IHSG.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar