Target penyelesaian divestasi saham PT Freeport Indonesia untuk Pemerintah Daerah Papua akhirnya mendapat titik terang. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan, proses pengambilalihan 10 persen saham itu ditargetkan tuntas pada kuartal pertama 2026. Ini bukan target yang main-main, melainkan komitmen yang ditegaskan langsung usai pertemuannya dengan Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, Rabu lalu.
Pertemuan itu sendiri cukup intens. Menurut Bahlil, mereka tak hanya membahas urusan pemerintahan biasa. Fakhiri yang juga Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Papua itu duduk bersama Menteri untuk membongkar satu persatu persoalan yang ada, dengan kepemilikan saham Papua di Freeport jadi agenda utama.
“Kemarin Gubernur Papua ketemu sama saya. Kami membahas beberapa soal, termasuk dalamnya adalah persoalan saham Papua di Freeport yang 10 persen,” jelas Bahlil.
Ia menambahkan, “Dalam waktu dekat kami akan segera menyelesaikan.”
Artikel Terkait
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025