Soni Kumari, Analis Komoditas di ANZ, melihat peluang perak masih bisa menuju level tiga digit. Tapi jalannya tak akan mulus.
"Mengingat momentum saat ini, itu mungkin saja. Namun pergerakannya tidak akan satu arah. Koreksi harga bisa terjadi dan volatilitas berpotensi meningkat," jelas Kumari.
Di sisi lain, platina dan palladium ikut terseret. Platina spot turun tipis 0,1 persen ke USD 2.460,20 per ons, mundur dari rekor USD 2.543,99. Sementara palladium melemah lebih dalam, 2,1 persen, menjadi USD 1.825,85 per ons.
Pasar domestik AS sendiri sedang sibuk mencermati drama politik lain. Trump berupaya memecat Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook. Upaya itu, sayangnya, menghadapi sikap skeptis dari Mahkamah Agung, baik dari kubu konservatif maupun liberal.
Lalu bagaimana dengan suku bunga? Mayoritas ekonom memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang kuartal ini. Bahkan, kebijakan itu kemungkinan bertahan hingga masa jabatan Ketua Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.
Artikel Terkait
Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, RATU Lihat Peluang Dongkrak Pendapatan
Wall Street Bangkit dari Tekanan Minyak Berkat Isyarat Perdamaian AS-Iran
Surge dan Nokia Jalin Kerja Sama Eksplorasi Teknologi 6G di Indonesia
Alfamart Habiskan Rp812 Miliar untuk Buyback Saham Guna Stabilkan Harga