“Saya rasa siapa yang memiliki Greenland tidak berdampak langsung secara ekonomi. Yang berdampak besar bagi ekonomi adalah apakah kita mulai saling memberlakukan tarif satu sama lain,” jelas Pride.
Nah, hasilnya terlihat jelas di papan perdagangan. Dow Jones melonjak hampir 590 poin, menguat 1,21% ke level 49.077. S&P 500 naik 1,16%, dan Nasdaq ikut naik lebih dari 1%. Kenaikan ini seperti obat penyembuh setelah sehari sebelumnya pasar mengalami penurunan terburuk dalam tiga bulan terakhir aksi jual besar-besaran yang sempat bikin was-was.
Performa hari Selasa itu bukan cuma soal Trump. Ada faktor lain yang turut mendorong. Sektor perbankan, misalnya, tampil solid berkat laporan keuangan yang bagus dari beberapa bank besar. Indeks perbankan regional melesat. Sektor energi juga jadi pemimpin, didongkrak oleh harga gas alam yang meroket akibat cuaca dingin yang melanda.
Tak ketinggalan, saham-saham maskapai penerbangan ikut merasakan angin segar. United Airlines memberikan prospek yang optimis, dan sentimen positif itu langsung menular ke kompetitornya seperti Delta dan American Airlines. Suasana pasar benar-benar berubah 180 derajat dari hari sebelumnya.
Jadi, dalam satu hari, sentimen berbalik. Dari ketakutan akan perang dagang, menjadi harapan bahwa ketegangan bisa diredam. Wall Street memang selalu penuh kejutan.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat, Saham Asuransi Digital Bersama Melonjak 34%
Harga Emas Antam Anjlok, Galeri24 Justru Melonjak
Emas Pegadaian Melonjak Drastis, Tembus Rp2,9 Juta per Gram
UNTR Siapkan Rp2 Triliun untuk Tahan Laju Saham yang Terperosok