Menurut Trump, perubahan besar sedang terjadi di Eropa. Imigrasi massal dan fokus berlebihan pada energi hijau dua hal yang sering ia kecam menjadi penyebabnya. Ia bahkan berkomentar, beberapa wilayah di sana kini sudah tak lagi bisa dikenali.
Di sisi lain, forum bergengsi ini juga ia manfaatkan untuk memperkuat citra populernya. Trump menyebut rencana kebijakannya yang akan menekan kelompok-kelompok kuat dalam negeri. Wall Street, perusahaan investasi, sampai para pengembang dan perusahaan asuransi kesehatan masuk dalam daftarnya.
Meski begitu, ia sadar betul Davos adalah kumpulan para elite. Namun begitu, Trump terlihat menikmati panggungnya.
“Senang rasanya bisa kembali ke Davos yang indah, di Swiss ini,” ujarnya, menyisipkan sedikit pujian.
“Berpidato di hadapan para pemimpin bisnis yang dihormati, banyak teman, beberapa musuh, dan semua tamu terhormat.”
Artikel Terkait
Gaji Pensiun PNS 2026: Tak Ada Kenaikan Tambahan, Aturan Masih Mengacu ke 2024
Pasar Tertegang Menunggu Trump Bicara di Davos, Netflix Ikut Warna-i Sentimen
Batu Bara Dominan, KAI Logistik Tumbuh 4% dari Layanan Lain
Perry Warjiyo: Ekonomi Indonesia Harus Tahan Banting di Tengah Badai Global