Layanan ritel juga tak kalah bagus, tumbuh signifikan sebesar 11 persen. Yuskal membeberkan strategi di baliknya.
"Berbagai ekspansi dilakukan di sepanjang tahun 2025 di antaranya perluasan cakupan layanan termasuk ke seluruh Indonesia, perluasan titik layanan service point, penguatan kolaborasi dan kemitraan dengan pihak-pihak strategis, hingga penyempurnaan layanan seperti perlindungan asuransi sepeda motor dan layanan digital kurir melalui aplikasi KAI Logistik TRAX," lanjutnya.
Di sisi lain, perusahaan juga gencar melakukan diversifikasi. Mereka mengembangkan layanan di luar rel, seperti freight forwarding dan project logistics, untuk menangani proyek logistik berskala besar.
Rantai pasok pergudangan pun tak luput dari perhatian. Mereka baru saja membangun gudang baru di Cirebon yang mengutamakan efisiensi energi. Gudang seluas 1.452 meter persegi itu sudah dilengkapi panel surya on-grid berkapasitas 20.000 watt, sebagai bagian dari komitmen pengelolaan energi yang lebih cerdas.
Menutup paparannya, Yuskal berharap capaian tahun ini menjadi batu pijakan yang kokoh.
"Capaian sepanjang 2025 menjadi dasar bagi perusahaan untuk melangkah lebih kuat di tahun 2026. Melalui berbagai langkah penyempurnaan dan peningkatan berkelanjutan, perusahaan berkomitmen memperkuat kinerja operasional, kualitas layanan, dan daya saing guna menjawab tantangan industri logistik ke depan," tutupnya.
Jadi, meski ada tekanan di sektor batu bara, KAI Logistik berhasil mencari celah pertumbuhan dari lini-lini bisnis lainnya. Sebuah strategi yang terlihat cukup efektif untuk menghadapi ketidakpastian.
Artikel Terkait
Gaji Pensiun PNS 2026: Tak Ada Kenaikan Tambahan, Aturan Masih Mengacu ke 2024
Pasar Tertegang Menunggu Trump Bicara di Davos, Netflix Ikut Warna-i Sentimen
Trump di Davos: Pamer Ekonomi AS dan Kritik Pedas untuk Eropa
Perry Warjiyo: Ekonomi Indonesia Harus Tahan Banting di Tengah Badai Global