Rupiah Tertekan, BI Soroti Badai Global dan Isu Pencalonan Deputi Gubernur

- Rabu, 21 Januari 2026 | 15:36 WIB
Rupiah Tertekan, BI Soroti Badai Global dan Isu Pencalonan Deputi Gubernur

Lalu, apa yang dilakukan BI untuk membela rupiah? Tindakannya cukup agresif. Bank sentral mengaku telah meningkatkan intervensi, baik di pasar spot, NDF luar negeri, maupun DNDF dalam negeri. Perry menyatakan mereka tidak segan melakukan intervensi dalam volume besar untuk meredam gejolak.

“Cadangan devisa kami cukup besar dan lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” katanya percaya diri.

Optimisme itu punya dasar. Cadangan devisa Indonesia memang masih kuat, jadi ruang untuk bergerak masih ada. Perry yakin, dengan fundamental ekonomi yang terjaga, rupiah punya peluang untuk kembali stabil dan bahkan menguat ke depannya.

Pandangan serupa datang dari Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. Ia mengingatkan, Indonesia tidak sendirian. Banyak negara lain, terutama yang sekelompok dengan kita, juga merasakan pelemahan mata uang. Hanya saja, tekanan di dalam negeri terasa lebih dalam karena faktor persepsi tadi.

“Mengalami, kenapa alasan rupiah melemah juga tadi global, jadi kalau kita lihat juga Indonesia nggak sendiri, jadi ada negara lain juga mengalami pelemahan, khususnya di peer groups kita,” kata Destry.

Strateginya pun tidak cuma mengandalkan intervensi. BI juga mengoptimalkan operasi moneter dan berupaya memperkuat daya tarik aset rupiah. Destry menyoroti cadangan devisa sekitar USD 156 miliar sebagai bantalan yang sangat vital.

Upaya lain yang digenjot adalah mendiversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi internasional, alias mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Data transaksi mata uang lokal (LCT) melonjak signifikan sepanjang 2025, mencapai USD 25,66 miliar di akhir Desember. Angka itu naik tajam dari tahun sebelumnya yang 'hanya' USD 12,5 miliar.

BI bahkan membuka pasar langsung Rupiah–Yen dengan Jepang dan Rupiah–RMB dengan Tiongkok. Langkah ini diharapkan bisa menekan risiko nilai tukar di masa depan. Perlahan, tapi pasti.


Halaman:

Komentar