Sebelumnya, Danantara Indonesia telah menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan dilakukan langsung oleh Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, pada Kamis (8/1).
Dalam keterangan tertulisnya, Danantara menegaskan komitmennya.
"Danantara memastikan pembangunan Huntara ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak bencana mendapat hunian yang layak dan aman," begitu bunyi pernyataan mereka, Jumat (9/1).
Hunian yang dibangun memang dirancang khusus. Standar kelayakan hunian darurat jadi acuan, dengan struktur aman, akses air bersih, dan sanitasi yang memadai. Dukungan listrik dan layanan kesehatan juga disiapkan. Bahkan, fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet ikut dilengkapi tentu saja dengan listrik gratis.
Ke depannya, program ini akan terus berjalan. Danantara berencana melanjutkan pembangunan secara bertahap. Targetnya? Mencapai 15.000 unit huntara dalam beberapa bulan mendatang. Tujuannya jelas: memastikan lebih banyak keluarga korban bencana punya tempat tinggal sementara yang layak, dengan penerangan yang tak perlu mereka pusingkan biayanya.
Artikel Terkait
Air Mata Direktur Utama PLN Saat Bongkar Medan Berat Perjuangan Nyalakan Kembali Listrik Pasca Bencana
Kemnaker Bakal Usut Perusahaan yang Putus Kontrak dan Minta Uang ke Peserta Magang
Rupiah Tertekan, BI Soroti Badai Global dan Isu Pencalonan Deputi Gubernur
Rayuan Investasi Bodong Berevolusi: Dari Janji Pasti Kaya ke Pamer Kemewahan di Medsos