Soal kepemilikan, Cimory memegang kendali penuh. Porsinya mencapai 99 persen saham ARC. Sisa satu persennya dipegang oleh Farell Grandisuri. Dengan komposisi seperti itu, jelas ARC akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dikendalikan oleh induknya.
Manajemen juga menegaskan satu hal penting. Langkah ini, kata mereka, tidak akan mengganggu operasional perusahaan sehari-hari. Aspek hukum aman, kondisi keuangan pun tetap sehat. Kelangsungan usaha secara keseluruhan juga dijamin tidak terdampak negatif.
Perlu diingat, kinerja Cimory sendiri sedang bagus-bagusnya. Hingga kuartal ketiga 2025, mereka membukukan laba bersih yang fantastis: Rp1,60 triliun. Angka itu naik signifikan, 38,52 persen, didorong oleh penjualan yang menembus Rp7,87 triliun.
Sebelumnya, di semester pertama tahun yang sama, laba bersih mereka sudah mencapai Rp993,8 miliar naik 23,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Karena kinerja yang ciamik itu, mereka bahkan sempat membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham kepada para pemegang saham pada Oktober 2025.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan rencana jangka panjang yang sedang dijalankan, pendirian ARC ini seperti sebuah langkah logis berikutnya bagi Cimory untuk terus berkembang.
Artikel Terkait
BEI Pasang Rem Darurat, Delapan Saham Gila-Gila Disuspensi
Spekulasi Kuota Nikel Panaskan Bursa, Analis Pacu Target Harga Emiten Tambang
Kripto Cetak Kekayaan Baru Keluarga Trump, Capai Rp 100 Triliun
Blue Bird Gandeng Tahilalats, Gen Z Jadi Sasaran Utama