Isu tentang rencana akuisisi terhadap PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) oleh konglomerat Hashim Djojohadikusumo dan Northstar Group akhirnya dibantah tegas oleh manajemen perusahaan. Kabar yang sempat beredar dan memicu gejolak di pasar itu dinyatakan tidak berdasar.
“Perseroan belum menandatangani perjanjian definitif terkait penjualan saham kepada pihak manapun,”
Demikian penegasan resmi yang disampaikan UDNG melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/1/2026). Intinya, tidak ada perubahan pengendali atau kesepakatan pengalihan saham yang sedang berlangsung. Posisi pemegang saham terbesar masih dipegang Jose Loupiga Keliat dan Vincent Lukito, dengan kepemilikan masing-masing 22,71 persen.
Manajemen juga mengaku tidak tahu-menahu soal isu lain yang ikut beredar, yakni rencana perubahan bidang usaha dari tambak udang ke infrastruktur digital. Mereka menegaskan, aktivitas operasional perusahaan berjalan seperti biasa. Di tambak-tambak mereka, siklus budidaya udang vannamei terus berjalan sesuai rencana.
Dari sisi kapasitas, UDNG saat ini punya 14 kolam budidaya yang bisa menghasilkan sekitar 200 ton udang per tahun. Namun, targetnya jauh lebih besar. Dana hasil IPO mereka rencananya akan dipakai untuk menambah 30 hingga 40 kolam baru. Jika itu terwujud, kapasitas produksi bisa melonjak drastis menjadi sekitar 850 ton per tahun. Proyek ekspansi ini sudah mulai dijalankan, dengan pembangunan tambak baru di pantai Tanjung Kemirai, Bangka Selatan, sejak Februari 2025.
Lalu, bagaimana dengan kondisi keuangannya? Ada dua sisi yang menarik. Di satu sisi, posisi kas perusahaan per akhir 2024 memang merosot hampir 50% menjadi Rp4,3 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang Rp7,2 miliar. Tapi di sisi lain, performa semester I-2025 menunjukkan tren positif. UDNG berhasil membukukan laba bersih Rp153,24 juta, berbalik dari kerugian periode sama tahun lalu. Yang lebih menggembirakan, penjualan mereka meledak 956,1% menjadi Rp12,71 miliar.
Meski ada catatan kinerja operasional yang positif, sentimen pasar tampaknya masih didominasi kabar akuisisi yang belum jelas itu. Buktinya, saham UDNG pada hari Selasa itu ditutup anjlok 4,65% ke level Rp4.100 per saham. Transaksi yang terjadi cukup ramai, mencapai Rp12,46 miliar dengan volume perdagangan 2,87 juta saham.
Menutup pernyataannya, manajemen kembali menegaskan bahwa tidak ada informasi atau kejadian material lain yang bisa memengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham perseroan. Mereka ingin fokus menjalankan bisnis inti: budidaya udang.
Artikel Terkait
Wall Street Berakhir Mixed di Tengah Harapan Negosiasi AS-Iran, Saham Intel Melonjak 24,5 Persen
Wall Street Mixed di Tengah Harapan Baru Negosiasi AS-Iran dan Lonjakan Saham Intel
Wall Street Bergerak Mixed di Tengah Harapan Baru Negosiasi AS-Iran, Intel Melonjak 24,5 Persen
Wall Street Ditutup Mixed, Saham Intel Melonjak di Tengah Harapan Baru Negosiasi AS-Iran